Malam-Malam, Api Muncul di Sisi Tol Cipali KM 125 Indramayu

Kebakaran lahan terjadi di sisi Tol Cipali KM 125 Indramayu. Polisi dan petugas terkait bergerak cepat memadamkan api agar tak meluas.

INDRAMAYUUPDATE – Titik api muncul di lahan yang berada di sekitar Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 125, Blok Cicadas, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kebakaran terjadi pada Minggu (4/10/2026) malam.

Kebakaran tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran lantaran lokasi lahan berada di sisi jalur tol. Kepulan asap dikhawatirkan mengganggu pandangan pengguna jalan yang melintas.

Kapolsek Gantar Iptu Sutarko mengatakan kebakaran pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 18.30 WIB. Polisi yang menerima informasi tersebut langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.

“Benar, kejadiannya malam tadi. Alhamdulillah aman, situasi saat ini sudah kembali kondusif,” kata Sutarko saat dihubungi, Senin (5/10/2026).

Setibanya di lokasi, polisi mendapati api membakar lahan kering di sekitar jalur tol. Petugas kemudian berupaya memutus rambatan api menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di lokasi.

Ranting pohon digunakan untuk memukul dan mengisolasi bagian lahan yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan sembari menunggu bantuan dari pihak terkait.

“Kita pukul-pukulkan ke api pakai ranting kayu dan alat apa saja yang tersedia sebagai upaya darurat penanggulangan awal sembari menunggu bantuan datang,” ujar Sutarko.

Upaya pemadaman kemudian diperkuat petugas pengelola Tol Cipali dan Perum Perhutani. Pemerintah Desa Mekarwaru bersama warga juga ikut membantu menangani kebakaran.

Kolaborasi sejumlah unsur tersebut membuat api dapat dikendalikan sebelum merambat lebih luas. Kebakaran juga berhasil ditangani sebelum berdampak terhadap aktivitas kendaraan di ruas Tol Cipali.

“Sinergi antara kepolisian, petugas tol, Perhutani, pemerintah desa, dan masyarakat sangat membantu dalam mengendalikan kebakaran. Api pun dapat langsung dikendalikan sebelum semakin meluas,” tuturnya.

Hingga kini, polisi belum dapat memastikan penyebab munculnya api. Namun, kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau disebut menjadi salah satu faktor yang membuat api lebih mudah membesar.

Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di lahan terbuka, terutama saat kondisi kering dan angin cukup kencang.

“Kami mengingatkan warga untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan di area terbuka. Api kecil bisa cepat membesar ketika kondisi lahan kering dan angin cukup kuat,” pungkas Sutarko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *