INDRAMAYUUPDATE – Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk tronton dan mobil pikap terjadi di Jalur Pantura Indramayu, tepatnya di tikungan Pasar Parean, Desa Pareangirang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 12.10 WIB. Kedua kendaraan diketahui sama-sama melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta.
Pantauan di lokasi, kedua kendaraan sempat berada dalam posisi melintang di area median jalan. Kondisi tersebut membuat badan jalan menyempit dan kendaraan yang melintas dari kedua arah harus mengurangi kecepatan.
Kondisi itu sempat menyebabkan kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi kecelakaan. Kendaraan dari arah Cirebon maupun Jakarta tampak melintas secara perlahan saat melewati titik kejadian.
Selain kedua kendaraan, sebuah tiang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) milik Kementerian Pekerjaan Umum juga roboh akibat kecelakaan tersebut. Tiang lampu sempat ikut menghalangi badan jalan sebelum akhirnya dievakuasi petugas.
Salah seorang warga, Asep, mengatakan kecelakaan tersebut sempat membuat arus lalu lintas tersendat.
“Lumayan macet tadi gara-gara kecelakaan pikap sama tronton,” kata Asep saat ditemui di lokasi.
Kapolsek Kandanghaur AKP Joni mengatakan kecelakaan bermula ketika mobil Isuzu pikap bernomor polisi E-8537-AW yang dikemudikan Iyan Sugiarto melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta.
Saat berada di lokasi kejadian, pikap tersebut kemudian ditabrak dari belakang oleh truk Hino tronton bernomor polisi B-9052-TEY yang dikemudikan Ade Purnawan.
“Mobil Isuzu Pikap dengan nomor polisi E 8537 AW yang dikemudikan oleh Iyan Sugiarto awalnya melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta. Tiba-tiba kendaraan tersebut tertabrak dari belakang oleh bagian depan truk Hino Tronton bernomor polisi B 9052 TEY yang dikemudikan oleh Ade Purnawan, yang juga melaju dari arah yang sama,” ujar Joni saat dikonfirmasi.
Benturan tersebut membuat mobil pikap terdorong ke depan hingga menabrak tiang PJU. Akibatnya, tiang tersebut roboh dan melintang di jalan.
Pantauan di lokasi juga menunjukkan kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Bagian depan dan belakang mobil pikap tampak ringsek, sedangkan bagian depan truk tronton juga mengalami kerusakan akibat benturan.
Meski kondisi kendaraan cukup parah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kecelakaan tersebut.
“Korban jiwa maupun luka nihil atau tidak ada. Namun untuk kerugian material akibat kerusakan kendaraan dan fasilitas umum ditaksir mencapai sekitar Rp 30 juta,” kata Joni.
Selama proses evakuasi, polisi melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi untuk menjaga kendaraan tetap dapat melintas.
Petugas kemudian mengevakuasi kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan beserta material yang mengganggu badan jalan.
Pada Sabtu sore, kondisi lalu lintas di sekitar tikungan Pasar Parean terpantau kembali normal. Kendaraan dari arah Cirebon maupun Jakarta sudah dapat melintas tanpa antrean panjang.
Polisi mengimbau pengguna jalan yang melintas di Jalur Pantura untuk tetap berhati-hati, terutama saat melintasi tikungan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya.






