INDRAMAYUUPDATE – Polisi mengungkap penyebab kebakaran hebat yang menghanguskan tiga kapal nelayan di Pelabuhan Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Kebakaran diduga dipicu percikan api dari pompa saat proses pemindahan solar ke kapal. Kerugian akibat peristiwa itu ditaksir mencapai Rp 6,6 miliar.
Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, mengatakan kebakaran terjadi pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 14.15 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Untuk kerugian yang ditimbulkan ditaksir kurang lebih mencapai Rp 6,6 miliar,” kata Asep saat ditemui di Mapolres Indramayu, Kamis malam.
Asep menjelaskan, kebakaran bermula saat dilakukan bongkar muat bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari mobil tangki milik PT PBP bernomor polisi B 9048 CFU ke Kapal KM Bintang Samudra Qween.
Saat itu, motoris kapal bernama Wartono mengangkat pompa air (sanyo) merek Crocodil dari dalam toren penyimpanan solar untuk memindahkan solar ke toren lainnya. Namun tiba-tiba muncul percikan api dari alat tersebut.
“Pada saat saksi Wartono mengangkat sanyo merek Crocodil dari dalam toren penyimpanan solar mau dialirkan ke toren penyimpanan solar lainnya, tiba-tiba muncul percikan api dari alat tersebut,” ujarnya.
Percikan api kemudian menyulut solar di dalam toren hingga api dengan cepat membesar dan menjalar ke area sekitar pelabuhan.
Akibatnya, tiga kapal nelayan yang sedang berlabuh berdampingan ikut terbakar, yakni KM Sari Mulya WK, KM Mandala, dan KM Nurhidayah. Menurut Asep, bagian kapal yang terbakar hanya sebagian badan kapal sehingga masih ada bagian yang berhasil diselamatkan setelah api berhasil dipadamkan.
Sementara itu, KM Bintang Samudra Qween yang sedang melakukan pengisian BBM tidak ikut terbakar karena posisinya berada di tengah muara dan terlindung oleh tiga kapal yang terbakar.
“Sedangkan untuk KM Bintang Samudra Qween yang mengisi BBM, kondisinya selamat tidak terbakar karena saat itu posisinya berada di tengah muara, terhalang oleh ketiga kapal yang terbakar tersebut,” katanya.
Selain kapal, api juga menghanguskan satu unit mobil Toyota Fortuner milik Wahyuni yang merupakan pemilik KM Bintang Samudra Qween. Dua sepeda motor, lima tumpukan jaring nelayan, serta sebuah warung di sekitar pelabuhan juga ludes terbakar.
Adapun mobil tangki yang digunakan untuk mengisi BBM berhasil diselamatkan oleh pengemudinya sebelum kobaran api semakin membesar.
“Sedangkan nasib mobil tangki yang melakukan pengisian BBM diketahui masih selamat, saat kejadian mobil itu berhasil diselamatkan oleh drivernya,” pungkas Asep.






