INDRAMAYUUPDATE – Hilangnya Aman Yani sejak 2016 masih menjadi misteri hingga sekarang. Pihak keluarga curiga ada kemungkinan keterkaitan antara hilangnya Aman Yani dengan salah satu terdakwa, Ririn Rifanto.
Adik kandung Aman Yani, Uyat Suratman (53), mengungkapkan kecurigaan tersebut usai Ririn ditangkap dalam kasus pembunuhan yang menewaskan lima orang pada Agustus 2025 lalu.
“Pas Ririn ketangkap, kami satu keluarga responsnya jangan-jangan kakak saya hilang ada campur tangan si Ririn,” kata Uyat saat ditemui di Mapolres Indramayu, Minggu (3/5/2026) malam.
Meski demikian, Uyat mengaku belum dapat memastikan bentuk keterlibatan yang dimaksud. Ia hanya menilai terdapat sejumlah kejanggalan yang saling berkaitan antara hilangnya Aman Yani dengan Ririn.
Aman Yani diketahui menghilang sejak Maret 2016. Saat itu, ia pamit kepada keluarga untuk pergi ke Bandung dengan tujuan membuka usaha. Namun sejak kepergiannya, ia tak pernah lagi memberi kabar.
Sekitar setahun kemudian, pihak keluarga didatangi perwakilan dari bank tempat Aman Yani bekerja untuk membahas hak pensiun yang belum diambil. Sejak saat itu, Ririn yang berstatus keponakan Aman Yani, disebut mulai aktif mendesak keluarga agar dana tersebut segera dicairkan.
Kejanggalan tersebut diceritakan Uyat, dirasakannya ketika ia diminta oleh Ririn untuk berpura-pura menjadi Aman Yani guna mencairkan dana tersebut. Hal serupa juga dialami oleh adik lainnya, Titi, yang diminta membuat surat kuasa.
Selain soal dana pensiun, Ririn juga disebut kerap menyinggung harta gono-gini dari rumah yang ditempati mantan istri Aman Yani.
Kejanggalan lainnya juga terjadi saat Uyat menerima pesan singkat dari seseorang tak dikenal, orang itu awalnya mengaku sebagai pengacara utusan Aman Yani.
Namun dalam komunikasi lanjutan, orang tersebut justru mengaku sebagai Aman Yani dan meminta agar Uyat berkoordinasi dengan Ririn.
“Katanya nanti kontak saja sama si Ririn, karena si Ririn tahu permasalahan saya,” ujar Uyat menirukan isi pesan tersebut.
Di sisi lain, hanya Ririn yang disebut mengetahui keberadaan Aman Yani. Ia sempat mengatakan bahwa Aman Yani berada di Batam. Padahal keluarga inti sama sekali tidak ada satu pun yang tahu Aman Yani ada di mana.
Dari situ muncul desakan dari keluarga untuk mencoba menghubungi nomor yang mengaku milik Aman Yani. Saat ditelepon, panggilan diangkat tapi orang tersebut tidak mau bicara, dan kini nomor tersebut sudah tidak aktif.
Di sisi lain, hampir satu dekade, keluarga mengaku telah berupaya mencari keberadaan Aman Yani, namun hasilnya nihil.
Setelah sekian lama, nama Aman Yani justru tiba-tiba muncul dalam persidangan kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, yang diklaim Ririn dan Priyo sebagai pelaku pembunuhan sesungguhnya, bersama tiga orang lainnya, yakni Hardi, Yoga, dan Joko.
Pernyataan tersebut mengejutkan pihak keluarga, mengingat Aman Yani telah lama hilang tanpa jejak.
Bahkan, Ririn dan Priyo mengklaim sempat bertemu dengan Aman Yani sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, tepatnya di kawasan Kuliner Cimanuk.
Merespons hal tersebut, Uyat mendatangi Mapolres Indramayu untuk memberikan keterangan tambahan sekaligus untuk melaporkan Priyo terkait pernyataannya di persidangan.
Uyat menilai pernyataan tersebut dapat dikategorikan sebagai upaya menghambat proses hukum.
Priyo dilaporkan dengan Pasal 282 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang obstruction of justice.
Uyat berharap langkah ini dapat membantu mengungkap fakta sebenarnya, baik terkait kasus pembunuhan maupun keberadaan Aman Yani.
“Kalau memang benar Pak Aman itu pelaku, silakan diproses secara hukum. Biar kami juga tidak perlu terus mencari,” ujarnya.
Diketahui, kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Siliwangi, Paoman, terjadi pada Kamis (28/8/2025). Lima korban tewas dalam kejadian tersebut, yakni H Sahroni (75), Budi (45), Euis (40), serta dua anak mereka.
Jenazah para korban ditemukan beberapa hari kemudian setelah warga mencium bau menyengat dari dalam rumah. Polisi kemudian menangkap Ririn dan Priyo sebagai tersangka pada awal September 2025.
Kasus ini kembali menjadi sorotan setelah Ririn mengaku bukan pelaku pembunuhan dan menyebut nama Aman Yani dalam persidangan. Ia juga mengklaim mendapat tekanan saat pemeriksaan.
Hingga kini, proses persidangan masih berlangsung dan misteri hilangnya Aman Yani pun belum terungkap.
