Nelayan di Karangsong Indramayu Ngadu ke Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Soal Pendangkalan Muara yang Makin Parah

INDRAMAYUUPDATE – Kunjungan Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Korpolairud Baharkam Polri ke Pelabuhan Karangsong, Kabupaten Indramayu, dimanfaatkan nelayan untuk menyampaikan keluhan terkait pendangkalan muara yang disebut semakin parah.

Ketua Gerakan Nelayan Pantura (GNP), Kajidin, mengatakan kondisi muara Karangsong saat ini menyulitkan aktivitas keluar-masuk kapal, terutama saat musim timur.

“Terutama pada musim timur ini, pendangkalan muara Karangsong sekarang semakin parah,” kata Kajidin saat berdialog dengan jajaran Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri di Pelabuhan Karangsong, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, pendangkalan membuat banyak kapal tersendat saat melintas di muara. Bahkan, kapal berisiko kandas sehingga mengganggu aktivitas melaut.

“Dampaknya tentu aktivitas penangkapan ikan terganggu, biaya operasional meningkat, produktivitas menurun, dan pendapatan nelayan ikut berkurang,” ujarnya.

Kajidin menilai penyebab utama pendangkalan adalah kondisi breakwater atau pemecah ombak yang sudah rusak. Akibatnya, sedimen terus terbawa arus dan mengendap di kawasan muara.

Ia menyebut pengerukan muara tidak akan menjadi solusi jangka panjang apabila perbaikan breakwater tidak segera dilakukan.

“Harapan kami pemerintah segera mengambil langkah konkret melalui normalisasi Muara Karangsong serta perbaikan breakwater,” katanya.

Keluhan serupa, lanjut Kajidin, sebelumnya juga telah disampaikan nelayan melalui aksi penyampaian aspirasi pada akhir Juli lalu.

Menanggapi hal itu, Kanit II Opsnal Subdit Intelair Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Kompol Hadi Suryadinata, mengatakan pihaknya memahami kondisi yang dihadapi para nelayan. Bahkan, ia bersama jajaran meninjau langsung kondisi muara Karangsong.

“Aspirasi yang disampaikan para nelayan akan kami himpun sebagai bahan informasi dan masukan kepada pimpinan, kementerian, maupun pemerintah daerah sesuai kewenangannya,” kata Hadi.

Ia berharap aspirasi tersebut dapat mendorong percepatan normalisasi muara dan perbaikan breakwater sehingga aktivitas perikanan kembali lancar, keselamatan pelayaran meningkat, serta kesejahteraan masyarakat pesisir ikut terdongkrak.

Dalam kesempatan itu, Komandan Kapal Polisi Pelatuk 3013, Ipda Capt Najib Mahadi, juga mengingatkan nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut. Ia mengimbau nelayan memperhatikan prakiraan cuaca, memastikan alat keselamatan dan APAR tersedia, melengkapi radio VHF, serta rutin memeriksa instalasi kelistrikan dan mesin kapal untuk mencegah kebakaran maupun kecelakaan.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version