INDRAMAYUUPDATE – Sudjada (36), nelayan asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut, akhirnya ditemukan. Saat ditemukan kondisi korban sudah meninggal dunia.
Jenazah Sudjada ditemukan terdampar di bibir pantai wilayah Kabupaten Cirebon.
Sudjada sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam di perairan Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, sejak Senin (21/9/2026).
Jenazah korban ditemukan pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 09.48 WIB. Lokasi penemuan berada di wilayah Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan lokasi penemuan korban berjarak sekitar 7,45 kilometer dari lokasi kejadian.
“Lokasinya kurang lebih sekitar 7,45 kilometer dari lokasi kejadian,” kata Ade saat dikonfirmasi.
Pantauan di lokasi, jenazah Sudjada ditemukan terdampar di bibir pantai. Tubuh korban berada dalam posisi telungkup di antara kerang dan sampah yang terbawa ke tepian.
Saat ditemukan, korban hanya mengenakan kaos dan celana dalam berwarna merah.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan proses evakuasi. Sekitar pukul 11.40 WIB, jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi penemuan.
Petugas Inafis turut diterjunkan untuk kepentingan identifikasi. Setelah identitas korban dipastikan sebagai Sudjada, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Hilang Usai Pergi Melaut
Ade menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat Sudjada berpamitan kepada keluarganya untuk pergi melaut di sekitar perairan Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Indramayu.
Korban berangkat pada Senin (21/9/2026) pagi buta setelah menunaikan salat Subuh.
Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, sejumlah nelayan setempat menemukan sebuah perahu yang berputar-putar di tengah laut tanpa seorang pun di atasnya.
Para nelayan mengenali perahu tersebut sebagai milik Sudjada.
“Jadi nelayan itu menemukan kapal milik korban dalam kondisi berputar-putar, tapi tidak ada orang di atasnya,” ujar Ade.
Para nelayan kemudian melakukan pencarian secara swadaya. Namun, hingga pencarian dilakukan, Sudjada belum ditemukan.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas pada Selasa (22/9/2026). Laporan diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung sekitar pukul 17.35 WIB.
Satu tim rescue dari Pos SAR Cirebon kemudian diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
Pencarian dilanjutkan pada Rabu pagi dengan melibatkan tim SAR gabungan. Sejumlah unsur turut membantu pencarian, di antaranya KN SAR Setyaki 202, Lanal Cirebon, Ditpolairud Polda Jabar, Koramil Suranenggala, BPBD Kabupaten Cirebon, SAR FKAM, SAR 217, serta para nelayan setempat.
Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, operasi SAR resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
“Kami dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang telah terlibat hingga akhirnya korban berhasil ditemukan,” pungkas Ade.
