INDRAMAYUUPDATE – Kebakaran melanda area perkebunan pohon nipah di Desa Luwung Gesik, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Api yang berasal dari aktivitas pembakaran sampah nyaris merembet ke rumah warga.
Kebakaran terjadi pada Minggu (4/10/2026). Lahan yang dalam kondisi kering membuat api dengan cepat membesar dan meluas.
Rumah milik Ratinah menjadi salah satu bangunan yang terancam terdampak. Titik api bahkan hanya berjarak sekitar lima langkah dari pagar belakang rumahnya yang terbuat dari bambu.
“Awalnya saya tuh bakar sampah, nggak tahunya malah jadi gede,” kata Ratinah di lokasi kejadian.
Beruntung, arah angin saat kebakaran tidak mengarah ke rumah Ratinah. Api hanya menghanguskan deretan pohon nipah yang berada di halaman belakang rumahnya.
Area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 50 meter persegi. Setelah api berhasil dipadamkan, pohon-pohon nipah di lokasi tampak menghitam akibat terbakar.
Damkar Kerahkan 11 Personel
Kabid Damkar pada Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 09.45 WIB.
Sebanyak satu unit armada pemadam kebakaran bersama 11 personel langsung dikerahkan menuju lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 10.30 WIB setelah menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 31 kilometer.
“Kami langsung melakukan penanganan. Kami juga dibantu oleh anggota TNI-Polri, juga masyarakat setempat,” ujar Jajat.
Petugas sempat mengalami kendala saat proses pemadaman. Kepulan asap yang tebal membuat proses penanganan di lokasi menjadi lebih sulit.
Setelah berjibaku selama sekitar 30 menit, petugas akhirnya berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 11.00 WIB.
Jajat memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kebakaran tersebut. Rumah Ratinah yang berada di samping lahan juga dipastikan aman.
“Untungnya angin waktu kejadian nggak mengarahnya ke rumah. Alhamdulillah nggak sampai ikut terbakar,” tuturnya.
Jajat mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya saat kondisi lingkungan kering.
Dia meminta warga tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama di sekitar lahan yang mudah terbakar. Aktivitas pembakaran juga tidak boleh ditinggalkan tanpa pengawasan.
“Di musim kemarau ini potensi terjadinya kebakaran itu sangat besar. Kami ingin ingatkan kembali kepada masyarakat untuk tetap waspada, serta jangan melakukan aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan,” pungkasnya.




