Kades Ungkap Alasan Dibalik Warga Antar Pengantin Naik Mobil Pikap yang Berujung Tewasnya 12 Orang di Pantura Indramayu

INDRAMAYUUPDATE – Sebuah mobil pikap sarat penumpang mengalami kecelakaan maut usai tabrakan  dengan dua unit truk. 12 orang tewas serta 6 orang lainnya luka-luka.

Insiden memilukan ini terjadi di Jalur Pantura Indramayu, tepatnya di wilayah Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Indramayu pada Minggu (12/7/2026).

Kala itu, rombongan baru saja selesai usai mengantar pengantin ke wilayah Kecamatan Kandanghaur dan sedang dalam perjalanan pulang menuju Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.

Kepala Desa Cempeh, Carkana membenarkan bahwa sebagian besar korban adalah warga desanya, mereka masih bertetangga satu sama lain.

Carkana pun mengungkap alasan dibalik warganya yang menggunakan mobil pikap untuk keperluan mengantar pengantin tersebut.

“Naik mobil pikap atau bak terbuka sudah terlanjur menjadi kebiasaan warga untuk bepergian,” kata Carkana, Selasa (14/7/2026).

Carkana mengatakan, kebiasaan warganya ini memang salah, larangan penggunaan mobil pikap untuk mengangkut manusia pun secara tegas telah dilarang oleh undang-undang.

Mengingat, fungsi dari mobil pikap sendiri adalah kendaraan yang diperuntukkan untuk mengangkut barang. Warga pun sebenarnya sudah mengetahui soal aturan tersebut.

Namun, faktor kondisi dan keadaan membuat warga berinisiatif menggunakan mobil pikap karena dinilai efisien serta mampu mengangkut orang dalam jumlah banyak.

“Sebenarnya, ini memang kebiasaan yang salah karena mobil pikap bukan untuk mengangkut orang, tetapi ini sudah seperti tradisi bagi warga,” jelas Carkana.

Tak hanya untuk bepergian, mobil pikap juga kerap digunakan untuk mengangkut para buruh tani ke sawah.

Pemandangan mobil pikap mengangkut orang pun sudah menjadi pemandangan yang umum di pedesaan.

“Sehari-hari mobil pikap ini juga biasa digunakan untuk ngangkut kuli tandur ke sawah,” jelasnya.

Suryana, salah satu warga Desa Cempeh, turut membenarkan kebiasaan warga yang sering menggunakan mobil pikap untuk mengangkut orang dalam aktivitas sehari-hari.

“Kaya nganter pengantin, ngangkut petani, itu naik bak terbuka dan itu sering warga sini naik bak. Tapi ya, mungkin namanya juga musibah,” ungkapnya.

Diketahui, insiden kecelakaan maut ini bermula saat mobil pikap sarat penumpang hendak pulang ke Lelea, usai mengantar pengantin ke wilayah Kecamatan Kandanghaur.

Sesampainya di Jalur Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Indramayu, Mobil yang bermuatan 18 orang itu kemudian berhenti di lajur kanan jalan dengan maksud hendak berputar arah di salah satu titik u-turn.

Nahas, dari arah belakang, sebuah truk Hino wing box melaju dan menghantam pikap tersebut dengan keras.

Benturan yang sangat kuat membuat mobil pikap terdorong hingga masuk ke jalur lawan arah.

Pada saat yang bersamaan, datang truk lain dari arah depan yang langsung menghantam pikap yang sudah tidak terkendali tersebut.

Total ada 12 orang meninggal dunia, tiga di antaranya dilaporkan tewas di lokasi dan 9 orang meninggal di rumah sakit.

Sedangkan 6 orang lainnya selamat dari maut, meski demikian, mereka hingga saat ini masih harus menjalani perawatan intensif di RS Mitra Plumbon Indramayu.

Berkaca dari kejadian ini, Polres Indramayu mengeluarkan imbauan keras agar warga tidak lagi menggunakan mobil pikap untuk mengangkut manusia.

Hal ini karena tingginya tingkat fatalitas apabila terjadi kecelakaan lalu lintas.

Kasat Binmas Polres Indramayu, Iptu Tasim berharap, imbauan tersebut dipatuhi demi upaya mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa depan.

“Gunakanlah kendaraan yang memang diperuntukkan untuk mengangkut penumpang dan pastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan serta patuhi seluruh aturan lalu lintas,” tegas Iptu Tasim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page