Indramayu Pamer Prestasi di Usianya yang Genap 499 Tahun, Tapi Masih Ada Banyak PR yang Juga Harus Dibenahi

HUT Indramayu ke-499 diwarnai sejumlah prestasi. Bupati Lucky Hakim juga mengakui masih ada ketimpangan ekonomi di tengah kekayaan daerah.

INDRAMAYUUPDATE – Kabupaten Indramayu merayakan hari jadi ke-499 pada Rabu (7/10/2026). Di tengah perayaan tersebut, Bupati Indramayu Lucky Hakim membeberkan sejumlah capaian daerah, mulai dari tata kelola pemerintahan hingga sektor pertanian dan perikanan.

Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Indramayu digelar di Gedung DPRD Indramayu. Momentum menuju lima abad Kabupaten Indramayu itu mengusung tema “499 Tahun Mengukir Sejarah, Menyongsong Lima Abad, Indramayu Berjaya”.

Tema tersebut menjadi penanda komitmen Pemkab Indramayu untuk terus melakukan pembenahan sekaligus mengukir prestasi menjelang usia lima abad.

Dalam sambutannya, Lucky Hakim menyampaikan sejumlah capaian yang menurutnya tidak lepas dari kerja keras masyarakat serta sinergi berbagai pihak.

“Dari sisi tata kelola, Kabupaten Indramayu berhasil meraih peringkat 5 tata kelola pemerintahan nasional dan peringkat 3 se-Jawa Barat dengan predikat berstatus kinerja tinggi,” kata Lucky.

Capaian juga ditunjukkan dari sektor pangan. Indramayu masih mempertahankan predikat sebagai salah satu lumbung padi utama dengan produksi yang disebut mencapai sekitar 1,7 juta ton per tahun.

Tak hanya pertanian, sektor perikanan juga menjadi kekuatan daerah. Indramayu disebut sebagai produsen perikanan terbesar di Jawa Barat.

“Total produksi perikanan Jawa Barat mencapai 1.555.951,71 ton. Dengan kontribusi Kabupaten Indramayu sebesar 528.873,80 ton atau 33,99 persen,” ujar Lucky.

Di bidang kesehatan, Pemkab Indramayu juga mencatat penurunan angka stunting. Angkanya turun dari 18,4 persen pada 2023 menjadi 9,8 persen pada 2024.

Namun, di balik sederet capaian tersebut, Lucky mengakui masih ada persoalan besar yang harus diselesaikan. Salah satunya ketimpangan ekonomi di tengah kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indramayu.

Usai acara, Lucky menyoroti kondisi tersebut. Menurutnya, Indramayu memiliki modal besar berupa tanah yang subur, sumber daya minyak dan gas, hingga garis pantai yang panjang.

“Tapi kenapa banyak orang tidak mampu di sini? Nah, itu menurut saya adalah salah satu PR besar. Apakah jangan-jangan kekayaan itu hanya dikuasai oleh beberapa kelompok orang?” kata Lucky.

Ia menyinggung persoalan penguasaan lahan pertanian serta kepemilikan kapal penangkap ikan yang dinilai perlu menjadi perhatian dalam upaya pemerataan kesejahteraan.

IPM hingga Kemiskinan Jadi PR

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan turut memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian Kabupaten Indramayu.

Ia menyoroti sektor pertanian, khususnya produksi padi Indramayu yang mencapai 1,62 juta ton pada 2024. Selain itu, penerapan sistem Advanced Agriculture System disebut mampu menghasilkan rata-rata produktivitas 10,45 ton per hektare pada 2026.

Namun, Erwan mengingatkan bahwa pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya produksi atau capaian ekonomi.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah indikator yang menjadi pekerjaan rumah Indramayu, seperti indeks pembangunan manusia (IPM), pengangguran, dan kemiskinan.

“Kita juga harus jujur melihat tantangan IPM Indramayu tahun 2025 mencapai 71,58. Sementara tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2025 berada pada 6,47 persen dan tingkat kemiskinan 2025 masih di 11,02 persen,” tegas Erwan.

Erwan mengatakan angka-angka tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Strategi Menuju Lima Abad

Untuk menjawab persoalan tersebut, Lucky mengatakan Pemkab Indramayu menyiapkan sejumlah langkah. Pemerintah akan memprioritaskan warga paling miskin agar kebutuhan dasar dan gizi mereka terpenuhi.

Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan dan penumbuhan jiwa kewirausahaan juga menjadi bagian dari strategi pemerintah.

Lucky berharap investasi yang masuk ke Indramayu memberikan dampak lebih luas. Masyarakat sekitar tidak hanya menjadi pekerja atau buruh pabrik, tetapi juga mendapatkan kesempatan membuka usaha.

“Investasi itu jangan hanya membuat masyarakat menjadi buruh pabrik. Tapi bagaimana masyarakat sekitar juga bisa mendapatkan peluang usaha mikro,” ujarnya.

Pemkab Indramayu juga melakukan efisiensi anggaran untuk memastikan program yang menyentuh kebutuhan dasar tetap menjadi prioritas. Salah satunya terkait jaminan layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan bagi masyarakat.

Sementara itu, dalam menyongsong lima abad Indramayu, Erwan menitipkan tiga fokus pembangunan.

Pertama, meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kedua, memperkuat ekonomi masyarakat, mulai dari petani hingga pelaku UMKM. Ketiga, memperkuat konektivitas dan kolaborasi lintas pemerintahan.

“Indramayu tidak boleh hanya menjadi daerah penghasil pangan, tetapi harus menjadi daerah yang petaninya semakin sejahtera,” pungkas Erwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *