INDRAMAYUUPDATE – Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Warga di Blok Oyoran, Desa Krangkeng, Kecamatan Krangkeng, terpaksa memanfaatkan air balong (kolam) untuk mandi dan mencuci setelah sumur-sumur mereka mengering.
Kondisi tersebut telah dirasakan warga sekitar satu bulan terakhir. Selain debit air sumur yang terus menyusut, air yang masih tersisa pun berubah menjadi asin sehingga tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Setiap hari seperti ini, mandi di sini, pagi dan sore. Air sumur di rumah sekarang sudah surut, dan kalaupun ada, rasanya asin,” kata warga setempat, Maskiti, saat ditemui sedang mencuci pakaian di balong, Jumat (10/7/2026).
Maskiti mengatakan, air balong kini menjadi satu-satunya pilihan bagi sebagian warga, terutama mereka yang tidak berlangganan PDAM dan hanya mengandalkan sumur bor.
Meski kondisi air terlihat kehijauan dan keruh, warga tetap menggunakannya untuk mandi dan mencuci pakaian karena tidak memiliki alternatif lain.
Menurutnya, kekeringan saat musim kemarau sudah menjadi persoalan yang terus berulang di wilayah tersebut. Hampir setiap tahun warga harus kembali memanfaatkan air balong untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ia mengaku memahami penggunaan air yang kurang bersih berisiko menimbulkan gangguan kesehatan kulit. Namun, keterbatasan sumber air membuat warga terpaksa menerima kondisi tersebut.
“Bagi saya kondisi seperti ini sudah biasa, karena memang tidak ada pilihan lain,” ujarnya.
Meski begitu, Maskiti menegaskan air balong tidak digunakan untuk memasak maupun minum. Untuk kebutuhan konsumsi, warga membeli air galon isi ulang seharga Rp 5 ribu per galon.
“Kalau buat masak sama minum mah dari galon isi ulang, beli Rp 5.000. Cuma kan kalau dipakai juga buat nyuci, mandi, lumayan,” katanya.
Warga berharap bantuan air bersih segera disalurkan seperti pada musim kemarau tahun-tahun sebelumnya. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
“Mudah-mudahan segera ada bantuan air bersih, kalau bagi saya sih berarti banget, nggak usah beli,” pungkas Maskiti.






