Damkar Indramayu Respons Panggilan Darurat Petani Hingga Masuk Gorong-gorong Demi Atasi Saluran Macet Penyebab Kekeringan

INDRAMAYUUPDATE – Musim kemarau panjang tak hanya memicu kekeringan, tetapi juga memperparah persoalan irigasi di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Saluran air yang tersumbat membuat pasokan air ke area persawahan terhenti hingga petani terpaksa meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar).

Laporan tersebut merupakan kali kedua disampaikan petani kepada Damkar Indramayu. Mereka meminta bantuan setelah berbagai upaya yang dilakukan secara mandiri tak berhasil membuka sumbatan di saluran irigasi.

Lurah Desa Lobener Lor, Toto (55), mengatakan saluran air menuju petak sawah di Blok Rukem, Blok Telungglaga, dan Blok Sedep mengalami penyumbatan di gorong-gorong sehingga air tidak dapat mengalir ke lahan pertanian.

“Ini sebenarnya kali kedua, alhamdulillah dari Damkar mau membantu kami,” kata Toto saat ditemui di lokasi, Senin (3/8/2026).

Menurut Toto, dampak yang ditimbulkan cukup besar. Sekitar 80 hingga 100 hektare sawah mengalami kekeringan. Sebagian besar bibit padi yang telah disemai petani bahkan mati akibat kekurangan pasokan air.

Akibat kondisi tersebut, petani terpaksa membeli sisa bibit padi dari desa lain agar musim tanam tetap bisa berjalan tanpa harus mengulang proses penyemaian.

“Pada mati semua karena kekurangan air, jadinya beli dari petani desa lain sisa-sisa semaian mereka. Karena kalau semai ulang waktunya nggak akan cukup,” ujarnya.

Merespons laporan itu, Damkar Indramayu menerjunkan satu unit mobil pemadam ke lokasi. Petugas berupaya membuka sumbatan dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi ke dalam gorong-gorong.

Tak hanya itu, petugas juga masuk ke genangan air untuk mengeruk material berupa tanah dan batu yang menyumbat saluran. Mereka menggunakan alat sederhana berupa tongkat kayu yang dipasangi besi di ujungnya guna melubangi endapan di dalam gorong-gorong.

Petugas Damkar Indramayu, Sujono, mengatakan pihaknya tetap siap membantu masyarakat meski laporan tersebut berada di luar tugas utama pemadam kebakaran.

“Kalau kami di Damkar, begitu ada permintaan minta tolong seperti dari petani saat ini, pasti kami bantu,” kata Sujono.

Ia menjelaskan proses pembukaan saluran dilakukan dengan kombinasi semprotan air bertekanan tinggi dan pengerukan manual agar aliran air kembali mengalir ke area persawahan.

“Kita lubangin itu di dalam gorong-gorong. Karena ini air tidak bisa masuk, makanya kita coba buatkan lubang,” ucapnya.

Selama proses berlangsung, para petani ikut bergotong royong membantu petugas Damkar. Upaya bersama itu diharapkan dapat segera memulihkan aliran irigasi sehingga lahan pertanian yang terdampak kekeringan bisa kembali mendapatkan pasokan air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page