Cerita Siswi Korban Keracunan MBG di Indramayu, Kini Masih Jalani Perawatan

Silvi mengaku tetap menyantap menu MBG karena lapar meski mencium aroma tak sedap dari ayam tepung. Kini dia masih dirawat di Puskesmas Tukdana.

INDRAMAYUUPDATE – Silvi, siswi kelas X-5 SMAN 1 Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi salah satu dari 143 siswa yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Silvi kini masih menjalani perawatan di Puskesmas Tukdana.

Silvi dirawat sejak Selasa (6/10/2026) setelah kondisi tubuhnya semakin lemas. Saat ditemui, dia tampak terbaring dengan selang infus terpasang di tangan kirinya. Silvi didampingi nenek dan kakaknya selama menjalani perawatan.

Meski masih lemah, Silvi menceritakan pengalamannya saat menerima makanan MBG di sekolah pada Senin (5/10).

Menurut Silvi, sejak awal dirinya sudah mencium aroma tak sedap dari salah satu menu, yakni ayam tepung. Dia mengatakan sejumlah teman sekelasnya juga mencium bau serupa.

“Teman-teman di kelas juga merasakan hal yang sama, menu ayam gorengnya agak berbau tidak sedap,” ujar Silvi.

Namun, rasa lapar membuat Silvi tetap menyantap makanan tersebut. Dia mengaku selama ini tidak pernah mengalami masalah kesehatan setelah mengonsumsi MBG di sekolah.

“Soalnya sehari-hari juga makan MBG di sekolah, biasanya nggak ada apa-apa, aman-aman saja,” katanya.

Beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut, Silvi mulai merasakan sejumlah keluhan. Dia mengalami mual, sakit perut, hingga pusing.

Saat sebagian temannya mendatangi puskesmas untuk mendapatkan penanganan, Silvi justru memilih pulang ke rumah. Dia mengira kondisi tersebut hanya akibat kelelahan dan berharap bisa pulih setelah beristirahat.

Akan tetapi, kondisi Silvi tidak kunjung membaik. Sepanjang malam, dia kesulitan tidur karena menahan sakit perut dan pusing.

Silvi bahkan sempat mengenakan seragam sekolah pada Selasa pagi karena berniat tetap masuk sekolah. Namun, rencana tersebut batal karena kondisinya semakin buruk.

“Padahal sempat pakai seragam sekolah, cuma nggak jadi berangkat karena rasanya tidak karuan. Tadi pagi rasanya nggak enak, malah badannya makin lemas, sehingga langsung dibawa keluarga ke puskesmas,” tuturnya.

Kakak Silvi, Trisda (31), mengatakan kondisi adiknya sudah dikeluhkan sejak malam. Silvi mengalami pusing, mual, dan diare hingga sulit beristirahat.

“Dari semalam adik saya sudah mengeluh pusing, mual, dan diare sampai kesulitan tidur, sehingga tadi pagi langsung dibawa ke Puskesmas Tukdana,” kata Trisda.

143 Siswa Diduga Keracunan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu mencatat sebanyak 143 siswa SMAN 1 Tukdana mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan setelah menyantap menu MBG.

Kepala Dinkes Indramayu Wawan Ridwan mengatakan sebagian besar siswa yang terdampak telah pulih. Bahkan, sejumlah siswa sudah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Namun, masih ada tiga siswa yang harus mendapatkan perawatan. Satu di antaranya adalah Silvi yang dirawat di Puskesmas Tukdana, sedangkan dua siswa lainnya menjalani perawatan di RSUD Indramayu.

“Tindak lanjut dari Dinkes yang paling utama adalah kami lakukan penanganan korban yang terdampak keracunan,” ujar Wawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *