Bupati Indramayu Lucky Hakim Salurkan Dana Zakat Bantu Nenek yang Tinggal di Samping Kandang Kambing Punya Rumah yang Layak

INDRAMAYUUPDATE – Bupati Indramayu Lucky Hakim menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indramayu menyalurkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kepada tiga keluarga di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Ketiga penerima bantuan tersebut memiliki kondisi hunian yang berbeda-beda, mulai dari korban kebakaran, rumah nyaris roboh, hingga hunian tanpa sanitasi yang layak.

Bantuan pertama, senilai Rp 20 juta diserahkan langsung oleh Lucky kepada Wastini (81), warga Desa/Kecamatan Sukra.

Rumah milik Wastini diketahui sebelumnya telah hangus terbakar, semua barang-barang miliknya juga habis dilahap si jago merah.

Sejak saat itu, Wastini terpaksa tinggal di bangunan gubuk sederhana yang ditopang dengan bambu dan atap dari terpal bekas, persis di samping kandang kambing.

Lucky pun menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam. Terlebih, setelah mengetahui Wastini hidup seorang diri di rumah tersebut.

“Alhamdulillah, BAZNAS akan membantu membangunkan rumah yang nantinya dipantau oleh pemerintah desa dan kecamatan. Ini merupakan kebaikan dari banyak pihak, termasuk pemilik tanah yang bersedia lahannya digunakan untuk pembangunan rumah,” kata Lucky, Sabtu (27/6/2026).

Kebakaran yang menimpa rumah Wastini ini diketahui terjadi pada September 2024 lalu. Rumah yang terbakar itu merupakan bantuan dari warga dan pemerintah desa.

Mereka membangunkan rumah yang terbuat dari papan asbes seluas 6×6 meter di lahan tanggul irigasi dengan harapan Wastini bisa memiliki tempat tinggal. Namun, si jago merah menghanguskan seluruh bangunan rumah beserta isinya.

“Semoga bantuan ini bisa membantu untuk ibu Wastini bisa tinggal di rumah yang lebih layak,” ujar dia.

Selain Wastini, Lucky juga menyambangi kediaman Darto di Desa Bogor, Kecamatan Sukra.

Kondisi rumah Darto dinilai memprihatinkan karena mengalami keretakan dan kemiringan yang cukup parah.

Saat berdialog dengan Bupati, Darto mengaku kerap dihantui rasa takut dan khawatir rumahnya bisa kapan saja ambruk, terutama jika hujan deras yang disertai angin kencang sedang melanda.

Bantuan senilai Rp 20 juta pun diberikan untuk merenovasi rumah Darto agar aman kembali untuk ditinggali.

“Rumah Pak Darto sudah miring, retak, dan berisiko roboh. Mudah-mudahan proses pembangunannya dapat segera dilakukan,” ungkap Lucky.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para muzaki atau pemberi zakat dan donatur yang telah memercayakan dananya melalui Baznas sehingga bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam kunjungan terakhirnya, Lucky juga mengunjungi rumah milik pasangan Rasnawi dan Carsinah di Desa Karanglayung, Kecamatan Sukra.

Sekilas, bangunan rumah milik pasangan suami istri ini tampak masih layak. Namun, rumah tersebut rupanya tidak memiliki fasilitas kamar mandi.

Untuk keperluan mandi dan mencuci sehari-hari, keluarga ini memanfaatkan lubang galian di dekat sawah yang airnya keruh dan sangat bergantung pada musim.

Jika kemarau panjang tiba dan air sawah mengering, mereka terpaksa menumpang ke rumah tetangga.

“Kalau dilihat dari fisik luarnya, rumah ini memang belum hancur. Namun, fokus utama kami di sini adalah sanitasinya,” jelas Lucky.

Menurutnya, ketersediaan kamar mandi dan air bersih sangat krusial karena berkaitan langsung dengan kesehatan keluarga, terlebih pasangan suami istri ini juga tinggal dengan tiga anak mereka di rumah tersebut.

Ia menegaskan, air keruh dari galian sawah tidak semestinya terus digunakan untuk MCK.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa diprioritaskan untuk membangun fasilitas sanitasi yang layak dan menghadirkan sumber air bersih yang sehat,” tutur Lucky.

Lucky mengatakan, meskipun tingkat kerusakan dari ketiga penerima bantuan berbeda, semuanya masuk dalam kategori hunian kurang layak.

Pihaknya berharap sinergi antara Pemkab Indramayu dan Baznas melalui program Rutilahu ini dapat terus meningkatkan kualitas hunian sekaligus mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian bersama. Saya bersaksi melihat langsung bahwa zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui Baznas benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page