INDRAMAYUUPDATE – Bantuan sosial (Bansos) pangan berupa beras untuk warga Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akan segera salurkan sebelum 17 Agustus 2026.
Bantuan pangan ini merupakan alokasi untuk tiga bulan, yakni periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Kepala Bulog Cabang Indramayu Apip Wijaya mengatakan, sebanyak 317.133 Penerima Bantuan Pangan (PBP) tercatat akan menerima bantuan beras tersebut.
Jumlah penerima ini diketahui mengalami peningkatan jika dibandingkan alokasi sebelumnya yang tercatat hanya sebanyak 314.129 PBP saja.
”Atau dengan kata lain ada peningkatan jumlah penerima sebanyak 3.004 PBP dibandingkan alokasi sebelumnya pada Februari–Maret,” jelas Apip di Gudang Filial Leuwigede, Kecamatan Widasari, Indramayu, Selasa (11/8/2026).
Apip menjelaskan, masing-masing penerima bantuan akan mendapat bantuan beras sebesar 10 kilogram, karena penyaluran dilakukan untuk tiga bulan, sehingga masing-masing penerima akan mendapatkan bantuan beras sebesar 30 kilogram sekaligus.
Adapun untuk terkait teknis penyaluran, disampaikan Apip, tidak ada perbedaan dibanding penyaluran bantuan pangan sebelumnya.
Bulog akan menjalin berkoordinasi dengan pemerintah daerah hingga ke tingkat pemerintah desa agar penyaluran dapat berlangsung tertib dan aman.
Apip pun menargetkan bantuan ini dapat diterima masyarakat sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 nanti.
”Mekanismenya pada dasarnya sama seperti alokasi sebelumnya. Kami akan bagikan undangan, lalu KPM datang ke titik bagi. Ada dokumentasi serah terima serah terima berbasis by name by address serta pendokumentasian melalui aplikasi oleh petugas distribusi di desa,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Bulog bersama pemerintah daerah hingga kepolisian juga melakukan pengecekan langsung untuk memastikan bantuan yang disalurkan memenuhi syarat ketentuan.
Mereka mengecek kualitas beras hingga berat dari sampel karung beras yang dipilih secara acak.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Indramayu Sugeng mengatakan, hasil pengecekan menunjukkan tidak ditemukan masalah terkait jumlah maupun kualitas beras.
“Kami hadir untuk melihat langsung beras yang akan didistribusikan kepada masyarakat terkait program bantuan pangan pemerintah. Alhamdulillah, bantuan ini sudah siap untuk didistribusikan,” kata Sugeng.
Sugeng menjelaskan, bahwa bantuan beras ini merupakan program pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Untuk kualitas beras yang akan diterima masyarakat diketahui adalah beras medium. Meski begitu, ia menjamin kondisinya sangat baik dan layak untuk dikonsumsi.
”Perlu kami sampaikan juga bahwa bantuan ini adalah hasil pengadaan dari panennya orang Indramayu. Tidak ada beras dari luar Indramayu, apalagi beras impor,” ujarnya.
Dengan penyaluran bantuan ini, pemerintah berharap dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Sinergi antarinstansi yang dijalin pun sebagai upaya untuk memastikan bantuan beras yang disalurkan kepada masyarakat tepat sasaran, tepat waktu, serta memiliki kualitas yang terjamin.






