Bangganya Mega, Anak Buruh Tani Sekaligus Penjual Gorengan Saat Berhasil Mengibarkan Sang Merah Putih di Langit Indramayu

INDRAMAYUUPDATE — Di balik gagahnya derap langkah Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Kabupaten Indramayu, ada kisah perjuangan Mega Silviah (16).

Siswi kelas 11 SMKN 2 Indramayu itu menjadi salah satu anggota Paskibraka yang bertugas mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara HUT ke-81 RI di Alun-alun Indramayu, Senin (17/8/2026).

Mega berasal dari Desa Brondong, Kecamatan Pasekan. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Sejak sang ayah meninggal dunia, ibunya menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani.

Tak hanya bertani, sang ibu juga berjualan gorengan setiap pagi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kondisi tersebut membuat Mega ikut turun tangan membantu ibunya.

Mega tak malu menawarkan gorengan melalui status WhatsApp hingga membawa dagangan sang ibu ke sekolah untuk dijual kepada teman-temannya.

“Enggak (malu). Ngapain malu, kan cari uang,” ujar Mega sambil tersenyum usai mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Alun-alun Indramayu.

Menurut Mega, berjualan bukan sesuatu yang memalukan. Apalagi sejumlah teman sekolahnya juga melakukan hal serupa.

“Yang lain juga banyak kok kayak gitu. Jadi pas jualan tuh bareng-bareng ramai, jadi enggak malu deh. Sama guru juga didorong buat wirausaha,” katanya.

Bagi Mega, status sebagai anak muda generasi Z bukan alasan untuk gengsi mencari penghasilan. Selama pekerjaan yang dilakukan halal, ia justru bangga bisa membantu sang ibu.

Sempat Gagal Jadi Paskibra

Keinginan Mega menjadi Paskibraka ternyata sudah muncul sejak duduk di bangku SMP. Namun, kesempatan itu sempat sirna setelah dirinya jatuh sakit dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Saat masuk SMKN 2 Indramayu, Mega kembali menekuni kegiatan Paskibra di sekolah. Kesempatan menjadi Paskibraka tingkat kabupaten akhirnya datang tahun ini.

Ia memberanikan diri mengikuti seleksi hingga dinyatakan lolos.

“Ini pengalaman saya menjadi Paskibraka resmi,” ucapnya.

Kebahagiaan Mega semakin lengkap karena sang ibu hadir langsung menyaksikan putrinya menjalankan tugas.

“Mamah ada tadi, bangga bisa dilihat mamah,” tutur Mega.

Bagi Mega, menjadi Paskibraka untuk pertama kalinya tentu membuatnya gugup. Namun, dukungan para senior membuatnya tetap percaya diri.

Perasaan haru muncul setelah bendera Merah Putih berhasil dikibarkan tanpa kesalahan. Mega bahkan beberapa kali memandangi Sang Merah Putih yang berkibar gagah di tengah upacara.

“Pengennya jadi TNI atau Polri, intinya salah satu dari itu. Semoga saja bisa, amin,” katanya ketika ditanya soal cita-cita.

Dilatih 8 Kali Pertemuan

Di balik keberhasilan Mega dan 23 rekannya menjalankan tugas, ada peran Pelda Sarjana, anggota TNI yang sehari-hari bertugas sebagai Babinsa Koramil Tukdana.

Sarjana menjadi salah satu pelatih Paskibraka Kabupaten Indramayu. Para peserta tidak hanya ditempa soal baris-berbaris dan teknik pengibaran bendera, tetapi juga mental.

Latihan dilakukan secara intensif sebanyak delapan kali pertemuan. Latihan digelar setiap Sabtu mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

“Alhamdulillah mereka selama latihan 8 kali pertemuan, mereka tidak ada yang tumbang, tidak ada yang sakit,” kata Sarjana.

Dari 26 pelajar yang lolos seleksi, 24 orang bertugas sebagai Paskibraka Kabupaten Indramayu. Sementara dua pelajar lainnya dikirim untuk bertugas di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Menurut Sarjana, pengibaran bendera pada upacara HUT ke-81 RI terasa begitu sakral bagi para peserta. Sebab, bendera Merah Putih yang digunakan saat upacara belum pernah mereka gunakan selama latihan.

“Kalau latihan itu pakai warna hijau putih, hijau kuning. Kalau yang hari ini berkibar itu baru kali ini dipakai,” ujarnya.

Bagi Mega, keberhasilan mengibarkan Merah Putih bukan sekadar menjalankan tugas. Momen tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Di sela perjuangannya membantu ibu berjualan gorengan, Mega kini punya satu pengalaman berharga: pernah berdiri tegap sebagai Paskibraka dan mengibarkan Sang Merah Putih di langit Indramayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page