Lagi Sarapan Bubur, Tukang Becak 74 Tahun Mendadak Ambruk di Indramayu

Carli (74), tukang becak asal Sindang, meninggal dunia setelah ambruk saat sarapan bubur di Jalan Kapten Arya, Indramayu.

INDRAMAYUUPDATE – Seorang tukang becak bernama Carli (74) meninggal dunia setelah tiba-tiba ambruk di Jalan Kapten Arya, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026) pagi.

Sebelum kejadian, warga Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, itu tengah menikmati sarapan bubur di trotoar pinggir jalan. Namun, saat sedang makan, Carli mendadak tersungkur ke badan jalan.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Saat diperiksa, korban diketahui sudah tidak bernyawa.

Saksi mata yang merupakan penjual bubur, Nurmaya (42), mengatakan korban awalnya duduk di trotoar sambil menyantap bubur seperti biasa. Tak lama kemudian, korban tiba-tiba ambruk.

“Saat itu saya lapor ke ketua RT, dari pak RT lapor ke polisi,” kata Nurmaya.

Mendapat laporan tersebut, petugas piket Polsek Indramayu segera mendatangi lokasi kejadian. Kapolsek Indramayu, AKP Indrie Hapsari, turut memimpin penanganan di tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Indramayu untuk menjalani pemeriksaan medis.

Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

AKP Indrie mengatakan, hasil pemeriksaan medis memastikan Carli telah meninggal dunia. Petugas juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan medis menyimpulkan bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban,” terang Indrie.

Dalam penanganan kejadian tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang milik korban yang ditemukan di lokasi.

Barang-barang tersebut meliputi satu unit becak ontel, uang tunai Rp 268.500, empat tablet obat sakit kepala merek Oskadon, tujuh potongan kertas angsuran bank harian, sebuah pinset, serta satu anak kunci.

Sementara itu, keluarga korban yang menerima kabar kejadian tersebut langsung mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi Carli.

Anak kandung korban, Ratimah, menyatakan menerima kejadian itu sebagai musibah. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah Carli.

“Dari keluarga mengaku ikhlas dan menolak dilakukan autopsi. Hal tersebut juga dikuatkan dengan dibuatnya surat pernyataan,” kata Indrie.

Diduga Meninggal akibat Serangan Jantung

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, Carli diketahui telah bertahun-tahun melintasi Jalan Kapten Arya untuk menjalani aktivitasnya sebagai tukang becak. Ia juga disebut sudah terbiasa sarapan bubur di tempat tersebut.

Polisi menduga korban meninggal dunia akibat serangan jantung. Meski demikian, dugaan tersebut disampaikan berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan petugas.

“Diduga kuat penyebab korban meninggal karena serangan jantung,” ujar Indrie.

Setelah proses penanganan selesai, jenazah Carli diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang dan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa tempat tinggalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *