INDRAMAYUUPDATE – Bupati Indramayu Lucky Hakim mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Indramayu di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Rabu (19/8/2026).
Dalam kunjungannya, Lucky memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak minder dan tetap semangat belajar untuk meraih masa depan.
Lucky mengatakan, Sekolah Rakyat memang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Namun, menurutnya, keberadaan sekolah tersebut bukan sekadar memberikan akses pendidikan gratis.
Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas.
“Jadi jangan minder, pendidikan itu bisa mengubah masa depan,” kata Lucky kepada para siswa, dikutip dari rekaman video yang diterima.
Dia meyakinkan para siswa bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengubah masa depan keluarganya.
Menurut Lucky, kesempatan tersebut harus diikuti dengan kerja keras, semangat belajar, dan tekad yang kuat.
Selain memastikan fasilitas pendidikan memadai, pemerintah juga berupaya memenuhi kebutuhan gizi para siswa agar mereka dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul.
Lucky juga meminta pihak sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Dia mengingatkan agar tidak terjadi perundungan maupun kekerasan di lingkungan sekolah.
“Sekolah Rakyat ini harus aman dan nyaman bagi anak-anak. Jangan sampai ada perundungan, kekerasan,” tegasnya.
Lucky turut meminta para siswa tidak ragu menyampaikan persoalan yang mereka hadapi kepada guru selama mengikuti proses pendidikan.
370 Siswa Belajar di SRT 1 Indramayu
Kepala SRT 1 Kabupaten Indramayu, Mardiani, mengatakan saat ini terdapat 370 siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Jumlah itu terdiri dari 270 siswa baru dan 100 siswa rintisan.
“Sebanyak 270 siswa baru ini terdiri dari 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA. Sedangkan, 100 siswa rintisan terdiri dari 50 siswa jenjang SD dan 50 siswa jenjang SMP,” ujar Mardiani.
Menurut dia, pendidikan formal mulai dilaksanakan setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berakhir pada Selasa (18/8/2026).
Para guru tidak hanya memberikan materi pelajaran formal. Mereka juga diarahkan untuk membentuk karakter siswa agar menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, dan memiliki akhlak baik.
Mardiani berharap sinergi antara SRT 1 dengan Pemkab Indramayu dapat terus berlanjut untuk mendukung pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Cita-cita kita bersama tentunya ingin anak-anak mendapatkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan. Sehingga kami juga mengharapkan sinergi dan kolaborasi dengan Pemkab Indramayu ini bisa terus terjalin,” katanya.
Guru Siap Beradaptasi
Keberagaman latar belakang siswa menjadi tantangan tersendiri bagi para tenaga pendidik di SRT 1 Indramayu.
Salah satu guru SMP di SRT 1 Indramayu, Anisa Istiqomah, mengatakan para siswa membutuhkan pendekatan dan bimbingan yang berbeda.
Meski demikian, Anisa mengaku siap terus belajar dan beradaptasi agar dapat memberikan pendampingan terbaik kepada para siswa.
“Pastinya mereka juga memerlukan bimbingan khusus, saya pun akan terus belajar untuk bisa membangun karakter siswa sebaik mungkin,” kata Anisa.
Sementara itu, salah satu siswa SRT 1 Indramayu, Bunga Aprilia, mengaku senang mendapat kesempatan belajar di sekolah tersebut.
Siswi kelas VII itu bahkan sudah memiliki cita-cita untuk menjadi orang sukses ketika dewasa nanti.
Bunga ingin kesuksesannya kelak bisa membuat kedua orang tuanya bangga.
“Senang bisa ada di sini, guru-guru di sini juga baik, terima kasih sudah diberi kesempatan untuk belajar di sini. Saya ingin bisa menjadi orang yang sukses,” tutur Bunga.






