INDRAMAYUUPDATE — Air mata Umsiyah Zulfa (42) tak terbendung saat berdiri di hadapan Ka’bah, Mekkah. Guru ngaji asal Desa Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, itu akhirnya bisa melihat langsung kiblat umat Islam yang selama ini hanya hadir dalam doa dan impiannya.
Perjalanan ke Tanah Suci tersebut menjadi begitu istimewa karena Ummi, sapaan akrabnya, berangkat umrah sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya mengajar Al-Qur’an selama hampir 10 tahun tanpa menerima honor tetap.
“Terima kasih banyak Pak Kapolri, terima kasih tak terhingga atas perhatiannya kepada saya, guru ngaji di kampung ini,” ujar Ummi dengan suara bergetar penuh haru di Pelataran Ka’bah, Mekkah, Jumat (14/8/2026).
Pengabdian Ummi bermula pada 2016. Saat itu, ia melihat masih banyak anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya yang membutuhkan pendidikan agama, khususnya membaca Al-Qur’an.
Dengan keterbatasan yang ada, Ummi kemudian merintis kegiatan mengaji di TK-TPA Imam Al-Ghozali, Desa Sukagumiwang.
Bukan hanya mengajar, pada masa awal ia bahkan rela mengantar dan menjemput anak-anak dengan kendaraan seadanya agar mereka mau datang belajar.
Hampir satu dekade berlalu. Ruang kelas sederhana, buku-buku mengaji, hingga anak-anak yang datang silih berganti menjadi bagian dari kesehariannya.
Ummi tidak pernah mematok bayaran. Iuran dari orang tua murid diberikan secara sukarela dan sebagian besar hanya cukup untuk kebutuhan operasional seperti listrik serta buku panduan TPA.
“Saya tidak pernah berpikir bisa berangkat umrah. Selama ini fokus saya hanya untuk biaya sekolah dan pesantren anak-anak,” ungkapnya.
Keikhlasan itulah yang kemudian mengantarkan Ummi ke Tanah Suci.
Namanya terpilih sebagai salah satu penerima program Wisata Religi Umrah Gratis yang diinisiasi Polri bersama Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia. Hadiah tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi dari Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo atas pengabdiannya sebagai guru ngaji.
Di depan Ka’bah, Ummi tak hanya menunaikan ibadah. Ia juga menyampaikan doa khusus untuk Kapolri dan keluarganya.
“Bagi saya ini keajaiban dari Allah SWT melalui tangan kebaikan Bapak Kapolri. Semoga Bapak Kapolri beserta keluarga dianugerahi kesehatan, keberkahan, dan kekuatan lahir batin,” tuturnya.
Ia juga mendoakan keluarga besar Polri agar senantiasa mampu menciptakan keamanan dan kedamaian bagi masyarakat.
Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan sosial dan kemanusiaan yang dilakukan Polri bersama komunitas masyarakat. Selain pemberangkatan umrah, kegiatan serupa juga mencakup bedah rumah bagi warga kurang mampu, pembangunan Mushola Presisi di daerah pelosok, hingga program ziarah Holyland bagi umat Kristiani.
Kisah Ummi menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari besarnya imbalan.
Selama bertahun-tahun, ia mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di kampungnya dengan segala keterbatasan. Kini, langkahnya justru sampai ke Tanah Suci.
Dari sebuah ruang mengaji sederhana di Indramayu, doa yang dipelihara selama bertahun-tahun akhirnya menemukan jalannya menuju Ka’bah.






