Polisi Kawal Distribusi Air Irigasi di Indramayu, Cegah Konflik Rebutan Air saat Kemarau

INDRAMAYUUPDATE – Polisi turun langsung ke area persawahan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, untuk mengawal pendistribusian air irigasi bagi para petani. Langkah ini dilakukan guna mencegah potensi konflik akibat perebutan air di tengah musim kemarau.

Pengawalan dilakukan salah satunya oleh jajaran Polsek Gabuswetan. Selain memastikan distribusi air berjalan sesuai jadwal, polisi juga berdialog dengan petani yang sedang mengairi sawah mereka.

Kapolsek Gabuswetan AKP H Karnadi mengatakan kebutuhan air petani saat ini sangat tinggi karena sebagian besar baru memasuki masa tanam.

“Untuk itu kami mengajak para petani untuk mengedepankan musyawarah serta tetap sabar dalam menunggu giliran air untuk mengairi area persawahan,” kata Karnadi kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).

Di sepanjang saluran irigasi, tampak deretan pompa air milik petani yang digunakan untuk mengalirkan air ke lahan. Keberadaan pompa tersebut menjadi harapan petani agar tanaman padi tetap mendapat pasokan air dan terhindar dari ancaman gagal panen atau puso.

Karnadi mengatakan pemerintah juga terus berupaya menambah debit air yang mengalir ke wilayah Indramayu. Selain itu, skema gilir air diterapkan agar seluruh areal persawahan memperoleh pasokan secara merata.

Meski debit air belum sepenuhnya maksimal, menurutnya pasokan masih tersedia untuk menjaga kelembapan lahan pertanian. Polisi pun akan mengawal pelaksanaan sistem gilir air agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan.

Ia juga mengimbau petani tidak mudah terprovokasi apabila muncul persoalan terkait pembagian air.

“Setiap persoalan yang muncul hendaknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik atau kepala dingin dan melibatkan pihak pemerintah desa atau instansi terkait,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Indramayu Iptu Tasim mengingatkan agar tidak ada petani yang bertindak egois dengan menguasai aliran air secara sepihak.

“Kami melarang keras petani untuk mengubah pintu air tanpa kewenangan ataupun menyalahgunakan pembagian air irigasi demi kepentingan pribadi,” tegas Tasim.

Ia mengajak seluruh petani mematuhi jadwal gilir air yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, kerja sama antara petani, pemerintah, dan kepolisian menjadi kunci agar distribusi air tetap kondusif selama musim kemarau.

“Kami tidak menginginkan hanya karena persoalan air menimbulkan perselisihan, pertikaian, bahkan perkelahian, karena hal tersebut pada akhirnya hanya akan merugikan semua pihak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page