Polisi Jenguk Korban Selamat dalam Tragedi Kecelakaan Maut Jalur Pantura di RS, Pastikan Seluruh Korban Bakal Dapat Santunan

INDRAMAYUUPDATE – Seluruh korban kecelakaan maut yang melibatkan mobil pikap pengantar pengantin di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat, dipastikan akan mendapatkan santunan. Polisi kini mempercepat proses administrasi bersama Jasa Raharja agar hak para korban segera disalurkan.

Hal itu disampaikan Kasubbid Gakkum Ditlantas Polda Jabar AKBP Jimmy Manurung saat menjenguk korban selamat yang masih menjalani perawatan di RS Mitra Plumbon Indramayu, Senin (13/7/2026).

“Polres Indramayu, terutama Satlantas dan jajaran, sudah berkoordinasi dengan Jasa Raharja untuk melakukan pengurusan yang sudah menjadi hak santunan bagi para korban,” kata Jimmy.

Jimmy mengatakan, santunan akan diberikan kepada korban luka-luka maupun ahli waris korban yang meninggal dunia. Saat ini proses administrasi tengah dipercepat agar pencairan bisa segera dilakukan.

Selain memastikan hak korban terpenuhi, polisi juga mengecek kondisi enam korban selamat yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Korban selamat masih mendapat perawatan di rumah sakit, hari ini kami menjenguk untuk melihat kondisi para korban,” ujarnya.

Sementara itu, penyelidikan penyebab kecelakaan masih terus dilakukan. Ditlantas Polda Jabar menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan bersama Dinas Perhubungan, Pengelola Transportasi Darat (PPTD), dan Jasa Raharja.

Polda Jabar juga menerjunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk melakukan analisis secara saintifik dan digital guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

“Hasil olah TKP ini akan menjadi dasar penyidik untuk menentukan siapa yang menjadi tersangka ataupun yang menjadi penyebab utama daripada kecelakaan ini,” ujar Jimmy.

Diketahui, kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalur Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Minggu (12/7/2026).

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 12 orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Tiga korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan sembilan lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit. Enam korban lainnya selamat namun mengalami luka-luka.

Berdasarkan kronologi awal, mobil pikap yang mengangkut rombongan pengantar pengantin itu dalam perjalanan pulang menuju Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, setelah mengantar pengantin ke Kecamatan Kandanghaur.

Setibanya di lokasi kejadian, mobil pikap diduga berhenti di lajur kanan untuk berputar arah di u-turn. Dari arah belakang melaju sebuah truk wing box yang kemudian menabrak pikap tersebut.

Benturan keras membuat pikap terdorong ke jalur berlawanan dan kembali tertabrak truk los bak yang datang dari arah berlawanan sehingga mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page