Camat Sukra Punya Solusi Unik Atasi Penyapu Koin Jembatan Sewo: Usul Pasang Pagar Berongga

INDRAMAYUUPDATE – Aktivitas penyapu koin di Jembatan Sewo, perbatasan Indramayu dan Subang, masih menjadi persoalan yang sulit dituntaskan. Meski berbagai upaya penertiban telah dilakukan, tradisi tersebut tetap berlangsung dan kerap memicu kecelakaan.

Camat Sukra, Sigit Widiyanto, memiliki ide untuk mengurangi risiko kecelakaan tanpa menghilangkan tradisi yang sudah berlangsung lama tersebut. Ia mengusulkan pemasangan pagar pembatas berongga di sekitar Jembatan Sewo.

Menurut pria yang akrab disapa Joy itu, pagar berongga dapat menjadi solusi agar para penyapu koin tidak lagi berlari ke tengah jalan saat mengambil uang yang dilempar pengendara.

“Jadi pada saat ada pengendara yang melempar uang, mereka nggak lari ke tengah jalan, cukup sapunya saja dari balik pagar,” kata Joy kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).

Joy mengakui persoalan penyapu koin di Jembatan Sewo ibarat benang kusut yang sulit diurai. Berbagai upaya, mulai dari edukasi hingga razia, sudah dilakukan namun belum memberikan hasil signifikan.

Menurutnya, aktivitas tersebut sudah dianggap sebagai tradisi oleh sebagian masyarakat sehingga sulit untuk dihilangkan sepenuhnya.

“Masalah utamanya karena aktivitas itu sudah menjadi tradisi. Meski dilarang, mereka akan terus ada,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai pemasangan pagar pengaman bisa menjadi jalan tengah. Tradisi tetap berjalan, namun risiko terhadap keselamatan para penyapu koin maupun pengguna jalan dapat diminimalkan.

Joy mengungkapkan ide tersebut telah disampaikan kepada Bupati Indramayu, Lucky Hakim, dan mendapat respons positif.

Meski demikian, rencana tersebut masih terkendala persoalan anggaran di tengah kebijakan efisiensi belanja pemerintah.

Untuk merealisasikannya, pihak Kecamatan Sukra berupaya mencari sumber pendanaan alternatif, salah satunya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Salah satunya dengan PLTU. Kan ada barang-barang bekas seperti besi di sana, itu bisa kita gunakan,” katanya.

Selain itu, Joy juga berencana mengajukan proposal kepada Kementerian Sosial (Kemensos). Ia mengaku sempat mendiskusikan gagasan tersebut dengan perwakilan Kemensos saat meninjau proyek perumahan nelayan di Eretan.

“Kata beliau, silakan ajukan proposalnya ke Kemensos,” ujar Joy.

Tak hanya soal pagar pengaman, Joy juga berencana memasang penanda batas wilayah yang lebih jelas di kawasan Jembatan Sewo. Selama ini, banyak masyarakat yang menganggap lokasi penyapu koin hanya berada di wilayah Indramayu.

Padahal, secara administratif kawasan tersebut juga masuk wilayah Kabupaten Subang.

“Kita ingin buat penanda yang jelas seperti ucapan selamat datang di Indramayu. Jadi pengendara tahu kalau jembatan ini bukan cuma masuk wilayah Indramayu, tapi juga Subang,” katanya.

Ke depan, Joy berharap kawasan Jembatan Sewo dapat ditata lebih baik sehingga aktivitas penyapu koin tidak lagi membahayakan keselamatan.

Selain itu, pihaknya juga berencana memasang pesan-pesan keselamatan bagi pengguna jalan.

“Kita juga mau buat kata-kata mutiara di jembatan, seperti ‘Hati-hati di Jalan, keluarga menunggu di rumah’ dan lain sebagainya,” pungkasnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *