INDRAMAYUUPDATE – Drama persidangan kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, membuat warga dibuat bingung sekaligus geram. Perubahan kesaksian yang terus terjadi dari dua terdakwa, Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan, disebut membuat kasus tersebut bak sinetron.
Salah seorang tetangga korban, Agus, mengaku sempat terkecoh dengan alur cerita yang berubah-ubah selama persidangan berlangsung.
“Saya sempat kekecoh juga, yang awalnya A, berubah jadi B, sekarang berubah lagi jadi C,” kata Agus saat ditemui di Kelurahan Paoman, Indramayu, Selasa (19/5/2026).
Agus mengaku memilih tidak banyak berkomentar terkait drama yang terjadi di persidangan. Ia khawatir situasi itu justru memperkeruh suasana bagi keluarga korban.
“Daripada ikut blenger (pusing) saya cukup tahu saja. Nggak mau ikut berkomentar macam-macam, soalnya nggak enak juga ke keluarga almarhum. Intinya saya cuma berharap pelaku sebenarnya diadili,” ujar dia.
Agus diketahui cukup dekat dengan korban Budi. Semasa hidup, ia kerap menghabiskan waktu bersama korban.
Ia juga mengaku mengikuti perkembangan persidangan dari pemberitaan media. Menurutnya, alur kasus yang terus berubah membuat masyarakat ikut kesal dan bingung.
“Semoga saja cepat beres, kasihan juga almarhum yang menjadi korban,” ucap Agus.
Hal senada disampaikan warga Kecamatan Jatibarang, Tardiarto. Ia menilai drama yang terus muncul di persidangan membuat publik sulit mengetahui mana keterangan yang benar.
“Semoga cepat beres saja lah mas, pusing juga, banyak dramanya. Siapapun pelakunya harus dapat hukuman berat,” kata Tardiarto saat ditemui di sebuah warung kopi.
Sebelumnya, dalam sidang lanjutan pada Senin (18/5), terdakwa Priyo Bagus Setiawan mengungkap bahwa empat nama yang sebelumnya disebut sebagai pelaku utama pembunuhan ternyata hanya karangan.
Priyo menyebut nama Aman Yani, yang sebelumnya diklaim sebagai otak pembunuhan sekaligus paman Ririn Rifanto, tidak pernah ia kenal.
Sementara tiga nama lain, yakni Hardi, Yoga, dan Joko, disebut Priyo sebagai sosok fiktif yang tidak pernah ada.
Menurut Priyo, seluruh skenario itu dibuat oleh Ririn Rifanto dalam tiga lembar kertas beberapa hari sebelum sidang pertama digelar saat keduanya berada di dalam sel tahanan.
Priyo mengaku diminta membacakan skenario tersebut di persidangan agar Ririn terlihat tidak terlibat dalam pembunuhan, sementara dirinya hanya diposisikan sebagai saksi mata.
“Semua keterangan sebelumnya tidak benar. Yang membunuh semua korban itu Ririn semua, saya menyaksikannya secara langsung,” kata Priyo di hadapan majelis hakim.
Namun, Ririn langsung membantah kesaksian tersebut. Ia menyebut pernyataan Priyo tidak benar.
“Kesaksian Priyo tidak benar,” kata Ririn.
Pengakuan terbaru Priyo pun memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet menilai fakta sebenarnya mulai terungkap, sementara lainnya menganggap pengakuan itu hanya cerita baru dalam kasus yang terus berubah.
Di sisi lain, publik juga masih mempertanyakan keberadaan sosok Aman Yani yang hingga kini masih menjadi misteri.
Persidangan kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu itu hingga kini masih terus bergulir untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik tewasnya lima anggota keluarga tersebut.






