INDRAMAYUUPDATE – Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut tabrakan beruntun di Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali bertambah. Hingga Senin (13/7/2026) pagi, total korban tewas menjadi 12 orang.
Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang mengatakan, dua korban yang sebelumnya mengalami luka berat meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Mitra Plumbon.
“Tadi malam tambah lagi 2, jadi yang meninggal dunia 12, tiga orang meninggal di TKP dan 9 orang di rumah sakit,” kata Undang saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).
Dua korban yang meninggal tersebut adalah Wardiki (45), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, yang merupakan sopir mobil pikap Gran Max, serta Tamara (22), warga Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener.
Undang juga meluruskan informasi yang sempat beredar terkait jumlah korban meninggal dunia. Menurutnya, total korban tewas dipastikan sebanyak 12 orang.
Ia menjelaskan, sempat terjadi pencatatan ganda terhadap salah satu korban bernama Idah yang tercatat di dua rumah sakit, yakni RS Bhayangkara Indramayu dan RS Mitra Plumbon.
“Kayanya begitu, saya juga tidak tahu data dari mana itu. Ke saya juga banyak yang konfirmasi, tapi saya tegaskan bukan, total 12 orang,” ujarnya.
Menurut Undang, mobil pikap Daihatsu Gran Max bernomor polisi E-8559-RB itu mengangkut 17 penumpang ditambah satu sopir, sehingga total terdapat 18 orang di dalam kendaraan.
Awalnya, tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian dan tujuh korban meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit. Setelah dua korban luka berat meninggal dunia pada Minggu malam, jumlah korban tewas bertambah menjadi 12 orang.
“Awalnya 3 meninggal di TKP, 7 di rumah sakit, tadi malam nambah lagi korban 2 orang yakni sopir sama ibu-ibu yang sebelumnya luka berat dan dirawat di RS Mitra Plumbon. Jadi total 12 orang,” jelasnya.
Dari total korban meninggal dunia, delapan jenazah tercatat di RS Bhayangkara Indramayu dan empat lainnya di RS Mitra Plumbon. Seluruh jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, enam korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RS Mitra Plumbon.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, mobil pikap yang membawa rombongan pengantar pengantin dari Kecamatan Kandanghaur hendak kembali ke Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
Saat tiba di lokasi kejadian, mobil pikap berhenti di lajur kanan untuk berputar balik di u-turn. Namun dari arah belakang melaju truk wing box yang kemudian menghantam bagian belakang pikap.
Benturan tersebut membuat pikap terdorong hingga masuk ke jalur berlawanan dan kembali tertabrak truk los bak yang datang dari arah berlawanan.
“Setelah pikap terdorong ke depan, kembali tertabrak oleh truk los bak yang datang dari arah berlawanan,” pungkas Undang.
