INDRAMAYUUPDATE – Sebanyak 10 rumah panggung milik nelayan di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ludes terbakar. Kebakaran terjadi pada Jumat (11/9/2026) tengah malam.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp 1 miliar.
Kapolsek Kandanghaur AKP Joni mengatakan kebakaran pertama kali dilaporkan sekitar pukul 23.45 WIB. Polisi yang mengetahui kejadian tersebut langsung menuju lokasi untuk membantu penanganan.
Joni mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan pemadaman sekaligus memastikan keselamatan warga.
“Ada 10 rumah yang terbakar, itu kejadian awalnya dilaporkan tengah malam tadi sekitar pukul 23.45 WIB,” kata Joni saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2026) pagi.
Sepuluh rumah tersebut masing-masing diketahui milik Kadini, Roni, Wasjudi, Rasmana, Komala, Kolifa, Sukim, Bayu, Sutiah, dan Idin.
Seluruh bangunan kini telah rata dengan tanah. Beruntung, para penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri setelah mengetahui adanya kobaran api.
“Kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut,” ujar Joni.
Diduga Korsleting Usai Listrik Menyala
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Namun, dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah.
Api kemudian dengan cepat merambat dan membakar bangunan rumah nelayan lainnya.
Salah seorang warga, Roni, mengatakan percikan api diduga berasal dari rumah Kadini. Menurutnya, kebakaran terjadi setelah listrik sempat padam dan kemudian kembali menyala.
“Setelah pemadaman listrik, begitu listrik kembali menyala kobaran api tiba-tiba muncul dan membakar rumah tersebut, kemudian merambat ke rumah nelayan lainnya,” kata Roni.
Roni menyebut api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya.
“Cepat banget api merambatnya,” ujarnya.
Damkar Kerahkan 3 Armada
Kabid Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu Jajat Wibisono mengatakan tiga armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi.
Petugas Damkar dibantu personel TNI-Polri, Pemerintah Desa Eretan Wetan, serta warga setempat dalam proses pemadaman dan penanganan kebakaran.
Jajat mengatakan kondisi bangunan yang sebagian besar merupakan rumah semi permanen membuat api cepat membesar dan sempat menyulitkan petugas.
“Bangunannya semi permanen sehingga kobaran api sangat besar dan sempat menyulitkan petugas di lapangan,” kata Jajat.
Petugas kemudian berjibaku memadamkan api hingga akhirnya kebakaran berhasil ditanggulangi setelah berlangsung sekitar 2 jam 46 menit.
“Alhamdulillah api padam pukul 03.00 WIB,” ujarnya.
Sementara itu, polisi masih mendalami penyebab pasti kebakaran. Dugaan korsleting listrik masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
