INDRAMAYUUPDATE – Kecelakaan tunggal melibatkan truk kontainer terjadi di Jalur Pantura Indramayu, tepatnya di tikungan depan Pasar Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Selasa (1/9/2026) pagi.
Truk tersebut terguling dan menutup badan jalan sehingga menyebabkan kemacetan panjang.
Truk kontainer bernomor polisi BE 8099 AU itu membawa muatan berupa karung-karung berisi sagu. Setelah kendaraan terguling, sebagian muatan berceceran dan menutupi ruas jalan dari arah Jakarta menuju Cirebon.
Warga di sekitar lokasi, Waminuddin, mengatakan kemacetan terjadi cukup panjang akibat kecelakaan tersebut.
“Macet mas, ada mungkin 2 kilometer sampai sana,” kata Waminuddin saat ditemui di lokasi.
Kecelakaan dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.10 WIB. Hingga sekitar pukul 11.00 WIB, petugas masih melakukan proses evakuasi terhadap badan truk sekaligus membersihkan muatan yang berserakan di jalan.
Untuk mengurangi kepadatan, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas dengan memberlakukan contraflow pada lajur kendaraan dari arah Cirebon menuju Jakarta.
Antrean kendaraan terlihat mengular dari kedua arah. Kepadatan semakin terasa karena kecelakaan terjadi pada pagi hari, saat aktivitas warga sedang tinggi, mulai dari jam berangkat kerja, anak sekolah hingga kegiatan jual beli di Pasar Eretan.
“Tadi juga jam setengah 8 itu masih ada anak-anak sekolah di jalan, guru-guru juga, pada telat, soalnya macet. Belum lagi truk-truk besar juga banyak yang melintas,” ujar Waminuddin.
Kapolsek Kandanghaur AKP Joni mengatakan truk tersebut dikemudikan Agusti Komang Endra Subawa (45), warga Lampung Tengah.
Berdasarkan keterangan awal, truk melaju dari arah Jakarta. Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan diduga hilang kendali karena sopir kurang konsentrasi.
Truk kemudian menabrak median jalan hingga akhirnya terguling.
“Truk langsung terguling, muatannya berupa paket sagu menutupi jalan sehingga mengakibatkan jalur arah Jakarta menuju Cirebon tertutup penuh,” kata Joni.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kecelakaan tersebut. Sopir truk dilaporkan selamat.
Polisi bersama petugas terkait masih berupaya mengevakuasi kendaraan dan membersihkan material muatan dari badan jalan. Proses tersebut membutuhkan waktu karena ukuran truk cukup besar dan muatannya cukup banyak.
Joni mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahaan pemilik kendaraan untuk mempercepat proses evakuasi.
“Informasi terakhir, truk salinan atau pengganti dan juga alat berat crane sudah meluncur dari perusahaan tersebut untuk proses evakuasi kendaraan beserta muatannya,” pungkasnya.
Pengendara yang melintas di kawasan tersebut diimbau mengurangi kecepatan dan berhati-hati karena masih terdapat aktivitas petugas serta kendaraan besar di sekitar lokasi kecelakaan.
