SPPG Akan Tanggung Biaya Pengobatan Pasca-Insiden Ratusan Siswa SMAN 1 Tukdana Indramayu Diduga Keracunan MBG

SPPG Kerticala II minta maaf dan siap mengganti biaya pengobatan siswa SMAN 1 Tukdana yang terdampak dugaan keracunan MBG di Indramayu.

Screenshot

INDRAMAYUUPDATE – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kerticala II angkat bicara terkait dugaan keracunan massal yang dialami 143 siswa SMAN 1 Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pihak SPPG menyampaikan permintaan maaf kepada para siswa dan orang tua yang terdampak. SPPG juga menyatakan siap menanggung biaya pengobatan siswa yang harus mengeluarkan uang pribadi, terutama mereka yang tidak memiliki BPJS maupun asuransi kesehatan.

Perwakilan SPPG Kerticala II, Hakim, mengatakan pihaknya akan mendatangi siswa yang terdampak untuk memastikan kondisi mereka sekaligus menindaklanjuti persoalan biaya pengobatan.

“Insya Allah kami akan kunjungi pihak-pihak yang kemarin terdampak. Adapun siswa-siswa yang kemarin berobat dengan biaya pribadi karena tidak memiliki asuransi atau BPJS, insya Allah kami ganti biaya berobat tersebut,” kata Hakim saat ditemui di SMAN 1 Tukdana, Indramayu, Selasa (6/10/2026).

Hakim mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah siswa yang mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlah siswa yang terdampak mencapai sekitar seratusan orang.

Sementara itu, data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Indramayu mencatat terdapat 143 siswa SMAN 1 Tukdana yang terdampak.

Sebagian besar siswa kini telah berangsur pulih. Bahkan, sejumlah siswa yang sebelumnya mengalami keluhan kesehatan sudah kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Saat ini, tersisa tiga siswa yang masih menjalani perawatan. Satu siswa dirawat di Puskesmas Tukdana, sedangkan dua lainnya menjalani perawatan di RSUD Indramayu.

Selain itu, sebanyak 41 siswa masih menjalani rawat jalan dan diminta menjalani pemantauan terhadap kondisi kesehatannya.

SPPG Kunjungi Siswa

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak SPPG Kerticala II telah melakukan kunjungan kepada sejumlah siswa yang terdampak.

Dalam kunjungan tersebut, SPPG juga melibatkan sejumlah instansi terkait untuk melihat secara langsung kondisi para siswa, baik yang masih menjalani perawatan maupun yang telah pulih.

Hakim mengatakan pihaknya bersama kepala puskesmas juga mendatangi sekolah untuk memastikan kondisi siswa.

“Jadi kami tadi pagi ajak kepala puskesmas bersama-sama berkunjung ke SMA Tukdana. Kami ingin mengunjungi siswa-siswa kemarin yang terdampak,” ujarnya.

Menurut Hakim, pihaknya juga akan mendatangi rumah siswa yang masih mengalami dampak dan belum dapat kembali bersekolah.

“Barangkali masih ada siswa yang masih terdampak kemarin dan tidak bisa masuk sekolah, insya Allah kami juga akan kunjungi ke rumah siswa-siswa tersebut,” sambungnya.

SPPG Kerticala II juga menyatakan siap membantu proses investigasi yang dilakukan pemerintah untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Proses investigasi melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Dinkes Indramayu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kepolisian, kejaksaan, serta TNI.

Sampel Makanan dan Air Diperiksa

Kepala Dinkes Indramayu Wawan Ridwan mengatakan, pemerintah saat ini memprioritaskan pemulihan kesehatan para siswa yang terdampak.

Meski demikian, investigasi untuk mencari penyebab kejadian tetap berjalan. Petugas telah mendatangi SMAN 1 Tukdana untuk menggali informasi dari pihak sekolah.

Pemeriksaan kemudian dilanjutkan ke SPPG Kerticala II yang menjadi lokasi produksi makanan MBG sebelum dibagikan kepada para siswa.

Dalam proses tersebut, petugas mengambil sejumlah sampel untuk diperiksa di laboratorium.

Sampel yang diambil antara lain sisa makanan yang dikonsumsi siswa serta makanan utuh yang masih disimpan oleh pihak SPPG.

Petugas juga mengambil sampel air dari SPPG Kerticala II.

“Adapun untuk hasilnya nanti akan kami laporkan ke BGN sebagai bahan tindak lanjut terhadap SPPG tersebut,” kata Wawan.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat menjadi petunjuk untuk mengungkap penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada puluhan hingga ratusan siswa SMAN 1 Tukdana setelah mengonsumsi menu MBG.

Exit mobile version