INDRAMAYUUPDATE – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Hj Kunengsih (60), jemaah haji asal Desa Leuwigede, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu. Kunengsih meninggal dunia di dalam pesawat saat perjalanan pulang dari Tanah Suci menuju Indonesia.
Kunengsih yang tergabung dalam Kloter KJT-21 dilaporkan meninggal di pesawat Saudi Arabia Airlines nomor penerbangan SV5185, Selasa (16/6/2026).
Di mata keluarga, Kunengsih dikenal sebagai sosok yang hangat, rendah hati, dan mudah bergaul dengan siapa saja.
“Beliau itu orangnya sangat hangat, mudah bergaul, dan bisa beradaptasi dengan siapa pun,” kata keponakannya, Darsono (52), saat ditemui di rumah duka, Selasa.
Menurut Darsono, bibinya juga dikenal ringan tangan dan selalu menjaga hubungan baik dengan keluarga maupun lingkungan sekitar. Di masa senjanya, Kunengsih lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah dan aktif mengikuti berbagai kegiatan pengajian.
“Pokoknya beliau menghabiskan masa senjanya dengan sangat giat beribadah,” ujarnya.
Kabar meninggalnya Kunengsih membuat keluarga terkejut. Sebab, seluruh anggota keluarga telah berkumpul untuk menyambut kepulangannya dari Tanah Suci.
Bahkan, dua anak Kunengsih yang tinggal di luar kota juga sudah pulang ke Indramayu untuk menyambut sang ibu.
“Harusnya sekarang lagi cerita sama anak cucu, tapi justru dapat kabar seperti ini,” tutur Darsono dengan suara lirih.
Menunaikan ibadah haji merupakan impian lama Kunengsih. Ia diketahui mendaftar haji sejak 2014 bersama suaminya. Namun dalam perjalanannya, keduanya berpisah dan mantan suaminya telah lebih dulu meninggal dunia.
Kondisi itu membuat Kunengsih akhirnya berangkat haji seorang diri.
“Jadinya sendiri waktu berangkat haji,” katanya.
Selama berada di Tanah Suci, Kunengsih sempat mengalami gangguan kesehatan dan menjalani perawatan. Meski begitu, kondisinya kemudian membaik hingga dinyatakan layak terbang menjelang kepulangan ke Indonesia.
“Kami juga tidak punya firasat apa pun soal kejadian ini,” ujar Darsono.
Meski kehilangan sosok yang dicintai, keluarga mengaku ikhlas. Mereka bersyukur karena Kunengsih dapat menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji sebelum mengembuskan napas terakhir.
“Mohon doanya semoga almarhumah husnul khatimah,” pungkas Darsono.
