INDRAMAYUUPDATE – Ruang guru SD Negeri 2 Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ambruk secara tiba-tiba pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Beruntung, saat kejadian kondisi sekolah sudah sepi sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
Guru Kelas 4 SDN 2 Tugu, Arif Budiman, mengatakan bangunan roboh tanpa didahului hujan ataupun angin kencang. Menurutnya, kerusakan dipicu kondisi rangka atap yang sudah lapuk dimakan usia.
“Ambruk tiba-tiba, enggak ada hujan, enggak ada angin kencang. Dari luar memang tampak kokoh, tapi di dalamnya kayu-kayunya sudah lama lapuk,” kata Arif, Jumat (24/7/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan atap ruang guru ambruk sepenuhnya. Kayu penyangga dan genteng berserakan menimpa meja serta kursi. Dinding bangunan juga ikut roboh sehingga kondisi kerusakan terlihat jelas dari luar lingkungan sekolah.
Akibat insiden tersebut, aktivitas administrasi para guru ikut terganggu. Untuk sementara, ruang kerja guru dipindahkan ke perpustakaan sekolah.
Pihak sekolah juga mengosongkan ruang kelas 4 dan 5 yang posisinya berdampingan dengan ruang guru karena dikhawatirkan ikut roboh.
“Takutnya ketarik ikut roboh juga, jadi dipindahkan,” ujarnya.
Keterbatasan ruang membuat sekolah menerapkan sistem belajar gabungan. Siswa kelas 2 dan 3 digabung dalam satu ruang, begitu juga kelas 4 dan 5. Sementara siswa kelas 6 untuk sementara dipindahkan ke bangunan taman kanak-kanak (TK) yang berada di belakang sekolah.
“Daripada ambil risiko, sementara digabung dulu. Kelas 6 juga terpaksa numpang belajar di bangunan TK di belakang sekolah,” katanya.
Arif mengungkapkan ruang guru yang ambruk ternyata belum pernah mendapat rehabilitasi besar sejak bangunan didirikan pada 1976. Selama ini, perbaikan hanya dilakukan secara swadaya dengan bantuan wali murid.
Meski demikian, sekolah sempat menerima bantuan pemerintah untuk rehabilitasi perpustakaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 2022.
Ia menambahkan, pihak sekolah sebenarnya rutin mengusulkan rehabilitasi bangunan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun, pengajuan tersebut diduga terkendala karena SDN 2 Tugu sudah sekitar empat tahun dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah.
“Sejak 2022 sampai sekarang belum punya kepala sekolah definitif. Untuk mengurus berbagai kebutuhan juga jadi sulit karena kewenangan Plt terbatas,” pungkasnya.
