INDRAMAYUUPDATE – Sebuah mobil pikap bernomor polisi E 8139 BF terperosok ke dalam parit di Jalan Raya Toang, Desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Pantauan di lokasi, posisi akhir mobil tersebut terendam air hingga setengah badan kendaraan, untungnya kondisi mobil tersebut tidak sampai terbalik atau miring.
Aparat kepolisian pun segera mendatangi lokasi kejadian tidak lama setelah laporan diterima.
Di lokasi, petugas bersama aparat pemerintah desa, dan warga setempat langsung bahu-membahu mengevakuasi barang bawaan pikap ke bahu jalan.
Polisi dalam hal ini juga langsung mendatangkan mobil derek untuk mengangkat badan pikap dari dalam parit.
Kapolsek Sliyeg, AKP Edi Mulyana menjelaskan, bahwa insiden tersebut merupakan kecelakaan tunggal.
Peristiwa berawal saat mobil pikap yang dikemudikan pria berinisial M (55), warga Kabupaten Cirebon, melaju dari arah Karangampel menuju Jatibarang.
“Ketika melintas di lokasi kejadian, pengemudi diduga mengantuk sehingga kehilangan kendali,” ujar Edi.
Diceritakan Edi, saat itu laju kendaraan tiba-tiba berbelok ke sisi kiri jalan hingga akhirnya mobil masuk ke parit saluran air persawahan.
Meski demikian, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden ini. Sopir dan penumpangnya selamat.
Kendaraan pikap yang sempat terendam air pun saat ini sudah berhasil dievakuasi ke bahu jalan raya.
“Alhamdulillah, pengemudi dan penumpang tidak mengalami luka. Personel yang berada di lokasi langsung membantu proses evakuasi serta berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas Polres Indramayu untuk penanganan lebih lanjut,” tutur Edi.
Imbas kecelakaan ini, kata Edi, korban ditaksir mengalami kerugian materiil sekitar Rp 2.000.000 lantaran kendaraan mengalami kerusakan akibat terendam air.
Berkaca dari kejadian ini, pihak kepolisian kembali mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tidak memaksakan diri saat mengemudi dalam kondisi lelah.
“Apabila kondisi tubuh mulai lelah atau mengantuk, segera menepi dan beristirahat di tempat yang aman. Keselamatan harus menjadi prioritas utama saat berkendara,” pungkasnya.
