INDRAMAYUUPDATE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu, resmi meluncurkan logo perayaan Hari Jadi Indramayu ke-499 pada tahun 2026.
Logo tersebut diumumkan langsung oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu.
Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Suwenda mengungkapkan, bahwa logo tersebut merupakan hasil karya M. Rizal Darmawan, seorang warga Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, berdasarkan sayembara yang sebelumnya digelar oleh Pemkab Indramayu.
“Pada hari jadi tahun ini kita mengusung tema Indramayu 499 tahun mengukir sejarah, menyongsong 5 abad, Indramayu Berjaya. Logo ini merupakan karya dari M Rizal Darmawan,” kata Suwenda, Minggu (20/9/2026).
Desain logo ini menampilkan angka 499 dengan visualisasi yang kental akan kekayaan sejarah, budaya, serta karakter agraris dan maritim yang menjadi identitas daerah di kawasan Pantura Jawa Barat tersebut.
Suwenda menyebut, setiap angka dalam logo ini merepresentasikan perjalanan Indramayu dari masa ke masa.
Seperti pada angka 4, dijelaskan Suwenda, memuat simbol mangga khas Indramayu yang menjadi simbol kesuburan, produktivitas, dan potensi ekonomi daerah yang tumbuh dari kekayaan alam Indramayu.
Simbol ini disandingkan dengan tugu bambu runcing yang merepresentasikan keberanian, patriotisme, dan semangat juang masyarakat.
“Perpaduan mangga dan tugu bambu runcing ini menggambarkan kekayaan daerah yang tumbuh dengan semangat juang masyarakatnya,” kata Suwenda.
Kemudian pada angka 9, menampilkan visual kapal nelayan di atas ombak serta lambang historis gagak winangsih.
Simbol kapal nelayan dan ombak, kata Suwenda, menunjukkan bahwa masyarakat Indramayu memiliki keberanian yang tinggi dalam menghadapi tantangan dan terus bersemangat untuk maju.
Sedangkan gagak winangsih dipilih karena mengandung nilai historis Indramayu, gagak winangsih ini adalah simbol pertama Indramayu di masa lalu, yang memiliki makna soal kegigihan dan ketangguhan masyarakat pesisir Indramayu dalam bekerja dan berkarya.
“Perpaduan kapal dan gagak winangsih menggambarkan ketangguhan yang tumbuh bersama kehidupan pesisir, berani menghadapi tantangan, dan terus bergerak membangun daerah,” jelas Suwenda.
Lalu pada angka 9 kedua, terdapat lambang kijang kencana yang dimaknai sebagai penunjuk arah dan keteguhan dalam mencapai tujuan.
Lambang ini dipadukan dengan siluet padi yang mempresentasikan karakter agraris, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat Indramayu yang bertumpu pada kekuatan lokal.
“Perpaduan Kijang Kencana dan Siluet Padi menggambarkan arah perjalanan menuju masa depan yang bertumpu pada kekuatan lokal, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Suwenda.
Sebagai informasi, Hari Jadi Kabupaten Indramayu selalu diperingati setiap tanggal 7 Oktober.
Pada tahun 2026 ini, Indramayu akan berusia 499 tahun, setelah resmi terbentuk pada tahun 1527 silam.
Tanggal dan tahun tersebut merujuk pada sejarah berdirinya Kabupaten Indramayu oleh pemimpin pertamanya, Raden Bagus Aria Wiralodra.
Berdasarkan catatan sejarah, Raden Bagus Aria Wiralodra berasal dari Bagelen, Jawa Tengah. Ia mendapat wangsit untuk mencari lembah Sungai Cimanuk.
Di lokasi tersebut, Raden Bagus Aria Wiralodra kemudian mendirikan permukiman bernama Padukuhan Cimanuk.
Seiring berjalannya waktu, pedukuhan tersebut berganti nama menjadi Darma Ayu, dan berganti lagi menjadi Kabupaten Indramayu, seperti yang hingga kini dikenal luas oleh masyarakat umum.
