INDRAMAYUUPDATE – Sebanyak 169 kejadian kebakaran tercatat terjadi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sepanjang 1 Januari hingga 11 Oktober 2026. Kebakaran lahan menjadi salah satu kasus yang mendominasi, terutama saat musim kemarau.
Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Indramayu mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah maupun ilalang. Aktivitas tersebut berisiko memicu kebakaran, terlebih saat kondisi lingkungan sedang kering.
Kepala Bidang (Kabid) Damkar pada Dinas Satpol PP dan Damkar Indramayu, Jajat Wibisono, mengatakan pembakaran sampah menjadi salah satu pemicu kebakaran yang terjadi di wilayahnya.
“Saya memohon kepada masyarakat, tolong jangan bakar ilalang, jangan bakar sampah sembarangan,” ujar Jajat, Rabu (14/10/2026).
Jajat mencontohkan kebakaran lahan di Blok Karang Daon, Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu, pada Senin (12/10/2026). Peristiwa tersebut dipicu aktivitas pembakaran sampah dan nyaris merembet ke rumah warga yang berada di dekat lokasi.
Api bahkan sempat mendekati dinding belakang rumah dengan jarak hanya beberapa langkah. Situasi tersebut membuat petugas harus bergerak cepat agar kobaran api tidak menjalar ke permukiman.
Sebanyak 12 personel Damkar Indramayu bersama dua unit armada dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Berkat penanganan petugas, api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke rumah warga.
“Alhamdulillahnya api lebih dulu berhasil kami kendalikan sebelum merambat ke rumah warga, tinggal beberapa jengkal lagi mengenai rumah,” ungkapnya.
926 Kejadian Ditangani Damkar
Berdasarkan rekapitulasi Damkar Indramayu, total terdapat 926 kejadian yang ditangani petugas selama periode 1 Januari hingga 11 Oktober 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 169 kejadian kebakaran dan 757 kejadian non-kebakaran.
Dari total kebakaran tersebut, sebanyak 56 kasus merupakan kebakaran rumah tinggal, sedangkan 54 kasus lainnya merupakan kebakaran lahan. Sisanya meliputi kebakaran kendaraan, toko, gudang, dan objek lainnya.
“ Kebakaran rumah tinggal tercatat ada 56 kejadian, kemudian lahan sebanyak 54 kejadian, sisanya kebakaran mobil, toko, gudang, dan lain-lain,” kata Jajat.
Peningkatan kejadian juga terlihat pada September 2026. Dalam satu bulan, petugas mencatat 47 kejadian kebakaran dan 43 kejadian non-kebakaran.
Khusus kebakaran, kasus yang melibatkan lahan menjadi yang terbanyak dengan 24 kejadian sepanjang September.
Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran
Jajat menjelaskan, kondisi musim kemarau yang ekstrem membuat lahan dan tumbuhan kering lebih mudah terbakar. Api yang awalnya berasal dari pembakaran sampah dapat membesar dan menjalar ketika tertiup angin atau mengenai material yang mudah terbakar.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di sekitar lahan kering maupun permukiman.
Warga juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan di area yang mudah terbakar. Pembakaran sampah sebaiknya dihindari, khususnya apabila berada dekat ilalang, semak kering, atau bangunan.
Jajat menegaskan, pencegahan kebakaran membutuhkan kepedulian masyarakat agar kejadian serupa tidak kembali mengancam keselamatan warga dan merusak tempat tinggal.
“Sekali lagi kami memohon warga untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hebat,” pungkasnya.
