INDRAMAYUUPDATE — Polisi menindak sejumlah pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong di kawasan Pantura Lohbener, Kabupaten Indramayu.
Penindakan dilakukan Polsek Lohbener, Polres Indramayu, Polda Jabar sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait suara bising kendaraan yang dinilai mengganggu kenyamanan dan ketertiban lingkungan.
Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kapolsek Lohbener Kompol G. Sumantri mengatakan, penggunaan knalpot tidak standar berpotensi mengganggu ketenangan warga sekaligus konsentrasi pengguna jalan lainnya.
“Penindakan ini merupakan salah satu langkah kami dalam menjaga situasi kamtibmas sekaligus menciptakan kenyamanan bagi masyarakat. Suara bising dari knalpot yang tidak sesuai spesifikasi dapat mengganggu ketertiban lingkungan maupun pengguna jalan lainnya,” kata G. Sumantri.
Menurut dia, penertiban tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga dilakukan dengan pendekatan edukatif dan persuasif. Petugas memberikan pemahaman kepada pengendara mengenai pentingnya menggunakan kendaraan sesuai ketentuan teknis yang berlaku.
“Kami mengajak masyarakat, khususnya para pengendara sepeda motor, untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas. Gunakan kendaraan dengan perlengkapan yang sesuai standar dan hindari penggunaan knalpot yang menimbulkan kebisingan,” ujarnya.
Polsek Lohbener berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran hukum dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Polisi juga mengajak warga bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap aman dan kondusif.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar.
Warga dapat memanfaatkan layanan Lapor PAK POLISI – SIAP MAS INDRAMAYU melalui WhatsApp 081999700110 atau Call Center 110.
“Respons cepat serta komunikasi yang baik antara warga dan kepolisian menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan lingkungan secara berkelanjutan,” kata Tarno.
