INDRAMAYUUPDATE – Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Indramayu menggelar edukasi kesehatan mental bagi perempuan melalui program PNM Humanity. Kegiatan ini menjadi upaya PNM memperkuat pemberdayaan perempuan, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga mental dan emosional.
Kegiatan bertema “Dalam Membangun Karyawan Mekaar dan Nasabah Mekaar yang Tangguh (Madani Mental Health)” tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari nasabah PNM Mekaar dan karyawan PNM di wilayah Indramayu dan sekitarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, membangun ketahanan diri, serta meningkatkan keberanian perempuan dalam melindungi hak-haknya di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Narasumber Siti Pangarsi, S.SiT, M.K.M., turut memberikan pemahaman mengenai kesejahteraan emosional dan psikologis. Peserta juga mendapat edukasi tentang perlindungan diri dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Selain itu, perempuan didorong untuk berani berbicara ketika menghadapi persoalan serta tidak ragu mencari bantuan. Hal tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya melindungi hak dan martabat perempuan.
Pemimpin Cabang PNM Indramayu Melki Bobby Veronica mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian PNM terhadap perempuan Indonesia.
“Kami ingin perempuan Indonesia tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga sehat secara mental dan emosional,” kata Melki.
Menurutnya, perempuan yang berdaya perlu memiliki kemampuan untuk mengenali, mencintai, dan menguatkan dirinya sendiri. Dengan ketahanan mental yang baik, perempuan diharapkan mampu menghadapi berbagai tekanan kehidupan.
“Melalui program PNM Humanity ini, kami berharap para nasabah dan karyawan dapat memiliki ketahanan mental yang lebih baik, berani bangkit dari tekanan hidup, serta terus tumbuh menjadi perempuan hebat yang mampu memberikan dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
PNM Humanity diharapkan dapat menjadi ruang aman sekaligus wadah penguatan mental bagi perempuan. Program tersebut tidak hanya berfokus pada kemandirian ekonomi, tetapi juga memberikan dukungan moral, sosial, dan emosional.
Dengan pendekatan tersebut, perempuan prasejahtera produktif diharapkan semakin berdaya dan mampu menjadi penggerak perubahan positif bagi keluarga, komunitas, serta masa depan.
