INDRAMAYUUPDATE – Kepulangan ratusan jemaah umrah dari Arab Saudi mendadak berubah. Pesawat Garuda Indonesia yang mereka tumpangi tidak bisa mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, dan akhirnya dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.
Salah seorang jemaah, Ahmad Yani (55), mengaku baru mengetahui adanya pengalihan pendaratan setelah mendapat pengumuman ketika pesawat sudah berada di udara.
Ahmad merupakan jemaah umrah yang terbang menggunakan Garuda Indonesia GA 961 dari Madinah. Pesawat tersebut sedianya dijadwalkan mendarat di Bandara Soetta pada Minggu (6/9/2026).
“Pengumuman dialihkan itu tadi tiba-tiba di dalam pesawat. Awalnya tidak tahu ada kendala apa, kemudian dijelaskan karena ada erupsi Gunung Anak Krakatau sehingga mendarat di sini, di Kertajati,” ujar Ahmad saat ditemui di Bandara Kertajati.
Menurut Ahmad, awak pesawat menjelaskan bahwa kondisi udara di sekitar Bandara Soetta terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pesawat yang telah meninggalkan Madinah itu akhirnya tidak dapat melanjutkan pendaratan di Soetta. Demi keselamatan penerbangan, pesawat diarahkan menuju Kertajati.
Ahmad mengaku sempat terkejut mendengar pengumuman tersebut. Namun, ia sebenarnya sudah mengetahui kabar erupsi Gunung Anak Krakatau sejak sehari sebelumnya.
Meski perjalanan pulangnya berubah dari rencana awal, Ahmad tidak mempermasalahkan pengalihan tersebut. Menurutnya, keselamatan penumpang harus menjadi pertimbangan utama.
“Kalau saya pribadi tidak masalah ada pengalihan pendaratan. Ini faktor alam dan tidak ada yang bisa memprediksi. Kalau masalahnya bukan itu, mungkin jemaah akan protes,” katanya.
Ahmad diketahui berasal dari Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Ia bersama ratusan jemaah lainnya kemudian harus melanjutkan perjalanan dari Kertajati menuju daerah asal.
Untuk memastikan keluarganya tidak cemas, Ahmad juga langsung mengabarkan kondisi tersebut kepada keluarga di rumah.
Jemaah Lain Juga Kaget
Pengalaman serupa dirasakan Siono (56), jemaah umrah lainnya. Ia mengaku tidak menyangka pesawat yang ditumpanginya harus mengubah tujuan pendaratan.
Namun, Siono memahami keputusan pengalihan tersebut karena kondisi penerbangan menyangkut keselamatan seluruh penumpang.
“Karena tidak memungkinkan juga mendarat di Bandara Soetta, akhirnya mendarat di Kertajati,” ujar Siono.
Pada hari tersebut, sedikitnya dua penerbangan Garuda Indonesia dari Arab Saudi dialihkan ke Kertajati menyusul penutupan sementara Bandara Soetta akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan pantauan di Bandara Kertajati, pesawat GA 961 dari Madinah mendarat sekitar pukul 14.25 WIB. Tak lama kemudian, pesawat GA 983 dari Jeddah tiba sekitar pukul 15.00 WIB.
Executive General Manager BIJB Kertajati, Nuril Huda, mengatakan kedua pesawat tersebut membawa total ratusan penumpang.
“GA 961 total penumpangnya 356 dan GA 983 dari Jeddah total 307 penumpang. Alhamdulillah semuanya bisa landing dengan baik,” kata Nuril.
Dengan pengalihan tersebut, ratusan jemaah umrah kini harus melanjutkan perjalanan darat dari Kertajati.
Pihak Garuda Indonesia telah menyiapkan 15 unit bus untuk membantu mengantarkan para penumpang menuju daerah tujuan masing-masing.
Pengalihan penerbangan ini dilakukan sebagai bagian dari langkah keselamatan penerbangan menyusul kondisi abu vulkanik yang berdampak terhadap operasional Bandara Soetta.
