INDRAMAYUUPDATE – Dua pesawat Garuda Indonesia yang membawa ratusan jemaah umrah asal Lampung dialihkan pendaratannya ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026).
Pengalihan dilakukan setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Executive General Manager BIJB Kertajati, Nuril Huda, mengatakan dua pesawat Garuda Indonesia yang dialihkan masing-masing GA 961 dari Madinah dan GA 983 dari Jeddah.
“GA 961 ini total penumpangnya ada 356 penumpang dan GA 983 dari Jeddah total penumpangnya ada 307 penumpang. Alhamdulillah semua bisa landing dengan baik,” kata Huda di BIJB Kertajati.
Pesawat GA 961 dari Madinah tiba lebih dulu di Kertajati sekitar pukul 14.25 WIB. Selanjutnya, pesawat GA 983 dari Jeddah mendarat sekitar pukul 15.00 WIB.
Huda menjelaskan, seluruh penumpang dalam kedua penerbangan tersebut merupakan jemaah umrah asal Lampung. Mereka semula dijadwalkan mendarat di Bandara Soetta.
Namun, kondisi sebaran abu vulkanik membuat pendaratan di Soetta tidak memungkinkan sehingga pesawat dialihkan ke Kertajati.
Kertajati Jadi Bandara Alternatif
Pengalihan penerbangan tersebut merupakan hasil koordinasi antara AirNav Indonesia, Kementerian Perhubungan, dan pihak maskapai.
Huda mengakui pengalihan penerbangan ke Kertajati berlangsung cukup mendadak. Meski begitu, pengelola BIJB mengaku telah melakukan persiapan setelah mendapat informasi mengenai penutupan sementara Bandara Soetta.
Informasi penutupan itu diterima sekitar pukul 05.30 WIB.
“Nah, dari situ kita sudah prepare (persiapan) bahwa kemungkinan-kemungkinan karena Bandara Kertajati juga merupakan bandara alternatif dari Bandara Soekarno-Hatta. Jadi, kita sudah prepare-kan semuanya,” ujarnya.
Persiapan dilakukan dengan memastikan kesiapan personel dan fasilitas bandara untuk menerima penerbangan yang dialihkan.
Selain itu, BIJB Kertajati juga melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak terdapat abu vulkanik di area operasional bandara.
Kertajati Dipastikan Aman
Pihak bandara melakukan paper test atau pengujian terhadap keberadaan dan sebaran partikel abu vulkanik, termasuk di area runway dan apron.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan sebaran abu vulkanik di area BIJB Kertajati sehingga pesawat dapat mendarat dengan aman.
“Paper test itu tes terkait abu yang ada di runway, di apron, kemudian juga di titik-titik yang ditentukan untuk memastikan bahwa itu bukan abu vulkanik. Karena kalau itu abu vulkanik, itu akan sangat berbahaya buat pesawat udara,” jelas Huda.
Ratusan Jemaah Menunggu di Kertajati
Setelah mendarat, ratusan jemaah umrah asal Lampung masih berada di BIJB Kertajati sambil menunggu koordinasi terkait perjalanan mereka menuju kampung halaman.
Garuda Indonesia disebut akan memfasilitasi 15 bus untuk mengangkut para jemaah tersebut.
Bus mulai berdatangan ke area BIJB Kertajati. Hingga sekitar pukul 16.00 WIB, sebanyak delapan dari total 15 bus telah tiba di bandara.
Dengan pengalihan tersebut, BIJB Kertajati untuk sementara menjadi titik pendaratan alternatif bagi dua penerbangan Garuda Indonesia yang terdampak penutupan Bandara Soetta.
