Lucky Hakim Lobi Mendasmen RI Untuk Perbaikan 202 SD Rusak di Indramayu

INDRAMAYUUPDATE – Bupati Indramayu Lucky Hakim melobi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendasmen) RI agar membantu rehabilitasi ratusan sekolah dasar yang rusak di Kabupaten Indramayu. Upaya itu dilakukan menyusul keterbatasan anggaran daerah di tengah banyaknya bangunan sekolah yang kondisinya memprihatinkan.

Permohonan tersebut disampaikan Lucky usai ambruknya ruang guru SDN 2 Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kamis (23/7/2026) sore. Pada Jumat (24/7/2026), Lucky mendatangi sekolah tersebut dan merekam video yang ditujukan kepada Mendasmen sebagai bentuk permohonan bantuan.

“Hari ini saya meminta pertolongan kepada Pak Menteri Pendidikan untuk pembangunan sekolah di SD yang memang sudah sangat mengenaskan ini, Pak. Izin, bahkan sudah sampai ambruk,” kata Lucky dalam video tersebut.

Lucky mengatakan, sebelum atap ruang guru ambruk, pihak sekolah sudah menyadari kondisi bangunan yang membahayakan. Sejumlah barang penting pun sempat dipindahkan dari ruangan itu.

“Untungnya sudah sempat dievakuasi. Bulan lalu ruangan itu masih dipakai, tapi memang kondisinya sudah sangat berat, akhirnya ambruk,” ujarnya.

Tak hanya ruang guru, sejumlah ruang kelas di SDN 2 Tugu juga disebut mengalami kerusakan. Dinding bangunan tampak dipenuhi retakan hingga berlubang sehingga dinilai membahayakan aktivitas belajar mengajar.

Menurut Lucky, keterbatasan anggaran membuat Pemkab Indramayu belum mampu melakukan perbaikan secara menyeluruh. Ia menyebut APBD Indramayu terdampak kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

“Anggaran APBD kita ada pemotongan dari pusat sekitar Rp 344 miliar. Padahal uang itu bisa digunakan untuk banyak hal dan bagi Indramayu jumlahnya sangat besar,” jelasnya.

Ia mengatakan, anggaran perbaikan sekolah memang tersedia, namun nilainya jauh dari cukup dibandingkan banyaknya sekolah yang membutuhkan rehabilitasi.

Lucky juga mengungkapkan kebijakan efisiensi turut berdampak pada sektor kesehatan. Bahkan Pemkab Indramayu sempat mengajukan penangguhan pembayaran iuran Universal Health Coverage (UHC) kepada BPJS Kesehatan karena keterbatasan anggaran.

Karena itu, ia berharap pemerintah pusat dapat mempercepat bantuan rehabilitasi sekolah. Berdasarkan data Pemkab Indramayu, saat ini terdapat 202 sekolah dasar yang mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat, dan seluruhnya telah diajukan untuk mendapatkan bantuan.

“Kami memohon adanya percepatan bantuan rehabilitasi ini, karena mungkin ada SD-SD lain yang kondisinya juga seperti ini dan bisa ambruk sewaktu-waktu,” pungkas Lucky.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version