INDRAMAYUUPDATE – Sebuah rumah di Blok Pasar, Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ludes terbakar pada Rabu (14/10/2026) sore. Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik.
Akibat kejadian itu, bangunan rumah beserta seluruh isinya hangus dilalap api. Kerugian material akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 300 juta.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Rumah yang terbakar diketahui milik almarhum Sucita.
“Iya betul, objek yang terbakar rumah milik almarhum Bapak Sucita di Desa Sanca,” ujar Jajat saat dikonfirmasi, Rabu malam.
Jajat menjelaskan, api pertama kali diketahui muncul dari ruang depan rumah. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik yang kemudian memicu kobaran api hingga membesar.
Api dengan cepat merambat setelah membakar berbagai barang di dalam ruangan. Mengetahui kebakaran tersebut, penghuni rumah langsung berlari keluar untuk menyelamatkan diri.
Seorang perangkat desa yang berada di lokasi kejadian kemudian melaporkan peristiwa itu kepada kepala desa. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran.
Damkar Kerahkan Satu Armada
Petugas Damkar Indramayu menerima laporan kebakaran pada pukul 17.19 WIB. Satu unit armada dari Pos Unit Patrol dengan enam personel langsung dikerahkan menuju lokasi.
Saat petugas tiba, api telah merembet ke bagian lain rumah, termasuk area atap bangunan. Petugas pun segera melakukan upaya pemadaman untuk mencegah kobaran api terus meluas.
Proses pemadaman berlangsung sekitar 1,5 jam. Api akhirnya berhasil dipadamkan secara total pada pukul 18.45 WIB.
“Api berhasil dipadamkan total sekitar pukul 18.45 WIB berkat sinergi dari anggota Damkar, kepolisian, TNI, dan warga setempat,” kata Jajat.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, bangunan rumah seluas sekitar 210 meter persegi beserta isinya hangus terbakar.
Kerugian akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai Rp 300 juta.
Warga Diimbau Periksa Instalasi Listrik
Menyusul kejadian tersebut, Damkar Indramayu mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat gangguan instalasi listrik di rumah.
Jajat mengimbau warga untuk memeriksa kondisi kabel dan instalasi listrik secara berkala. Masyarakat juga diminta menggunakan kabel berstandar SNI serta menghindari penggunaan terlalu banyak colokan listrik dalam satu titik.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Pastikan menggunakan kabel berbahan standar SNI, dan hindari penumpukan colokan listrik berlebihan, demi mencegah terjadinya korsleting,” pungkasnya.
