Korban Tewas Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Indramayu Bertambah Jadi 10 Orang

INDRAMAYUUPDATE – Korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut yang melibatkan tiga kendaraan di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat, bertambah menjadi 10 orang. Selain itu, dua korban mengalami luka berat dan enam lainnya luka ringan.

Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat mengatakan, tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan tujuh lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit.

“Korban meninggal dunia 10 orang, 3 di TKP dan 7 di rumah sakit,” kata Undang saat dikonfirmasi, Minggu (12/7/2026).

Dengan demikian, total korban dalam kecelakaan tersebut mencapai 18 orang, terdiri dari 10 korban meninggal dunia, dua korban luka berat, dan enam korban luka ringan.

Peristiwa nahas itu terjadi di Jalur Pantura Indramayu, tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Minggu siang. Kecelakaan melibatkan sebuah mobil pikap Daihatsu Gran Max, truk wing box, dan truk los bak.

Menurut Undang, kecelakaan bermula saat mobil pikap bernomor polisi E-8559-RB melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut dilaporkan berhenti di lajur kanan.

Pada saat bersamaan, truk wing box yang melaju dari arah belakang tidak sempat menghindar sehingga menabrak bagian belakang pikap.

Benturan keras membuat mobil pikap terdorong ke depan hingga masuk ke jalur berlawanan. Nahas, dari arah berlawanan datang truk los bak yang kembali menghantam mobil tersebut.

“Setelah pikap terdorong ke depan, kembali tertabrak oleh truk los bak yang datang dari arah berlawanan,” ujar Undang.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan 10 orang tersebut.

Berikut daftar para korban kecelakaan maut di Jalur Pantura Indramayu:

  1. Mohamad Iqbal bin Tarkadi, 12 tahun, pelajar, warga Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Indramayu (MD TKP)
  2. Sawen, 40 tahun, IRT, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (MD TKP)
  3. Ayu Wulandari, 32 tahun, IRT, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (MD TKP)
  4. Karsinih, 60 tahun, IRT, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (MD RS)
  5. Sinta, 32 tahun, IRT, warga Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Indramayu (MD RS)
  6. Sanerah, 46 tahun, IRT, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (MD RS)
  7. Riyan Toni, 6 tahun, pelajar, warga Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Indramayu (MD RS)
  8. Idah, 39 tahun, petani, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (MD RS)
  9. Yunah, 49 tahun, IRT, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (MD RS)
  10. Atsal Albara, 3 tahun, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (MD RS)
  11. Warkadi, 45 tahun, pekerja swasta, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (LB)
  12. Warkidi, 45 tahun, pekerja swasta, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (LB)
  13. Tamara, 22 tahun, IRT, warga Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Indramayu (LB)
  14. Olivia, 4 tahun, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (LR)
  15. Bayu Kelana, 8 tahun, pelajar, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (LR)
  16. Saba, 11 tahun, pelajar, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (LR)
  17. Jesika, 2 tahun, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (LR)
  18. Salma Yanti, 4 tahun, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (LR)

You cannot copy content of this page

Exit mobile version