INDRAMAYUUPDATE – Duka menyelimuti keluarga Hj Kunengsih (60), jemaah haji asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kunengsih meninggal dunia saat berada di dalam pesawat yang membawanya pulang dari Tanah Suci menuju Indonesia, Selasa (16/6/2026).
Kunengsih merupakan jemaah yang tergabung dalam Kloter KJT-21. Ia mengembuskan napas terakhir di pesawat Saudi Arabia Airlines nomor penerbangan SV5185 saat perjalanan menuju Tanah Air.
Kabar duka tersebut membuat keluarga yang sudah bersiap menyambut kepulangan almarhumah berubah larut dalam kesedihan.
“Harusnya sekarang lagi cerita sama anak cucu, tapi justru dapat kabar seperti ini,” kata keponakan almarhumah, Darsono, saat ditemui di rumah duka di Desa Leuwigede, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu.
Jenazah Kunengsih tiba di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sekitar pukul 14.20 WIB. Setelah itu, jenazah sempat dibawa ke RSUD Cideres sebelum diantar ke rumah duka menggunakan ambulans.
Tangis keluarga pecah saat jenazah tiba di rumah duka.
“Almarhumah meninggal dua anak dan dua cucu,” ujar Darsono.
Menurut Darsono, Kunengsih berangkat menunaikan ibadah haji seorang diri. Awalnya ia mendaftar haji bersama suaminya pada 2014. Namun dalam perjalanannya, keduanya bercerai dan mantan suaminya telah meninggal dunia.
“Jadinya sendiri waktu berangkat haji,” katanya.
Darsono mengaku keluarga tidak memiliki firasat apa pun sebelum menerima kabar duka tersebut. Bahkan kedua anak almarhumah yang tinggal di luar kota sudah pulang ke Indramayu untuk menyambut kepulangan sang ibu.
“Kami juga tidak memiliki firasat apa pun soal kejadian ini, begitu dapat kabar kami juga kaget,” ujarnya.
Darsono menuturkan kondisi kesehatan Kunengsih sempat menurun saat berada di Arab Saudi hingga harus menjalani perawatan medis. Meski demikian, menjelang kepulangan kondisinya disebut membaik.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan terakhir, almarhumah dinyatakan sehat dan laik untuk terbang ke Indonesia.
Meski berduka, keluarga mengaku bersyukur karena Kunengsih berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
“Mohon doanya semoga almarhumah husnul khatimah,” ucap Darsono.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian, turut mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.
“Kami datang ke sini sekaligus untuk bertakziah ke keluarga Ibu Kunengsih, jemaah haji asal Indramayu yang tergabung dalam Kloter KJT-21,” kata Boy.
Boy membenarkan Kunengsih meninggal dunia saat berada di dalam pesawat dalam perjalanan menuju Indonesia. Menurutnya, sebelum keberangkatan almarhumah telah menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur dan dinyatakan memenuhi syarat untuk terbang.
“Kalau beliau dinyatakan tidak laik terbang sesuai peraturan, beliau akan tinggal dan dirawat terlebih dahulu. Akan tetapi saat itu Ibu Hj Kunengsih dinyatakan sehat dan laik untuk terbang,” jelasnya.
Ia juga memastikan seluruh rangkaian ibadah haji almarhumah telah selesai dilaksanakan.
“Insya Allah Ibu Hj Kunengsih telah selesai menjalankan semua rangkaian hajinya dengan baik dan semoga menjadi haji yang mabrur,” pungkas Boy.






