Diduga Korsleting Setelah Terjadi Pemadaman Listrik, Rumah Petani di Indramayu Ludes Terbakar: Emas Hingga 1 Kuintal Padi Hangus

Screenshot

INDRAMAYUUPDATE – Sebuah rumah milik petani bernama Karyono (50) di Desa Kedokan Agung, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, terbakar pada Rabu (1/7/2026) pagi.

Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik sesaat setelah aliran listrik kembali menyala usai pemadaman.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisona, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari hubungan arus pendek listrik.

“Penyebab terjadinya kebakaran diduga dari korsleting arus listrik yang pada saat itu arus listrik baru saja menyala setelah terjadi pemadaman,” kata Jajat, Rabu (1/7/2026).

Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 08.40 WIB oleh tetangga korban, Nasim (56). Saat itu ia melihat kepulan asap tebal keluar dari atap rumah Karyono.

Nasim kemudian memanggil warga lainnya, Samsudin (45), untuk memastikan kondisi rumah. Karena pintu rumah dalam keadaan terkunci, keduanya terpaksa mendobrak pintu. Namun, saat berhasil masuk, api sudah membesar dan membakar isi rumah.

“Kami waktu itu langsung meminta tolong kepada warga sekitar dan menghubungi Damkar,” ujar Nasim.

Sebelum petugas tiba, warga berupaya memadamkan api secara manual menggunakan peralatan seadanya.

Jajat mengatakan petugas Damkar yang saat itu sedang bertugas dalam rangka peringatan HUT ke-80 Bhayangkara di Mapolres Indramayu langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam dikerahkan, terdiri atas dua armada milik Pemkab Indramayu dan satu armada bantuan dari PT Pertamina Mundu. Petugas dibantu warga serta personel Polsek Kedokan Bunder memadamkan kobaran api selama sekitar satu setengah jam hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena pemilik rumah sedang bekerja di sawah, sementara anak korban juga sedang tidak berada di rumah.

“Alhamdulillah berhasil ditangani. Untuk korban tidak ada karena saat kejadian pemilik rumah diketahui sedang ke sawah jadi rumahnya kosong, anak laki-lakinya juga tidak di rumah karena sedang di rumah istrinya,” jelas Jajat.

Hasil pemeriksaan menunjukkan titik api berasal dari kamar belakang rumah yang mengalami korsleting listrik. Api kemudian dengan cepat merambat dan menghanguskan sebagian besar bangunan beserta harta benda milik korban.

Sejumlah barang yang terbakar di antaranya satu unit sepeda motor, emas seberat 5 gram, uang tunai Rp 5,7 juta, televisi, hingga sekitar 1 kuintal padi.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 80 persen bangunan rumah mengalami kerusakan. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 100 juta.

“Rumah korban juga hangus terbakar sekitar 80 persen. Adapun untuk kerugian total ditaksir mencapai kurang lebih Rp 100.000.000,” pungkas Jajat.

Usai api berhasil dipadamkan, kondisi di lokasi kembali kondusif. Warga sekitar turut membantu korban menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version