INDRAMAYUUPDATE – Polsek Balongan menggencarkan edukasi kepada para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anak mereka agar tidak terjerumus ke dalam geng motor. Imbauan itu disampaikan menyusul penangkapan sembilan anggota geng motor ‘Warbuji’ yang mayoritas masih berstatus pelajar.
Edukasi tersebut dilakukan saat kegiatan pemeriksaan kesehatan rutin di Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Kamis (30/7/2026).
Kapolsek Balongan AKP Dedi mengatakan peran orang tua menjadi kunci untuk mencegah anak terlibat dalam geng motor, tawuran, maupun bentuk kenakalan remaja lainnya.
“Orangtua diharapkan ikut aktif mengawasi aktivitas anak-anak, terutama ketika berada di luar rumah, agar tidak terlibat dalam geng motor, tawuran, maupun bentuk kenakalan remaja lainnya,” kata Dedi.
Menurutnya, keterlibatan remaja dalam geng motor bukan hanya berujung pada persoalan hukum, tetapi juga mengancam keselamatan mereka. Ia menyinggung sejumlah kasus tawuran yang memakan korban jiwa sebagai bukti nyata bahaya aksi tersebut.
Dedi mengaku prihatin lantaran sebagian besar dari sembilan anggota geng motor ‘Warbuji’ yang diamankan masih berstatus pelajar SMP dan SMK.
Sebelumnya, kelompok tersebut viral setelah video konvoi mereka sambil mengacungkan senjata tajam jenis samurai di kawasan Bundaran Perahu, Kota Indramayu, Sabtu (25/7) dini hari, beredar di media sosial. Aksi itu nyaris memicu tawuran.
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Indramayu yang tengah berpatroli kemudian menggagalkan aksi tersebut. Seluruh anggota geng motor itu akhirnya ditangkap di sejumlah titik di Kecamatan Balongan pada Senin (27/7).
Kini para pelaku telah diserahkan ke Unit Harda Satreskrim Polres Indramayu untuk menjalani proses hukum.
Meski demikian, Dedi menilai penegakan hukum saja tidak cukup untuk menekan kenakalan remaja. Ia mengajak orang tua, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga warga ikut aktif mengawasi lingkungan.
Salah satu langkah yang didorong yakni menghidupkan kembali kegiatan ronda malam.
“Kami mengajak masyarakat untuk kembali merutinkan ronda malam di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan, termasuk perkumpulan remaja yang berpotensi menimbulkan tawuran.
“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Polisi bebas pulsa di Call Center Polri 110,” kata Tarno.
Polisi juga mengingatkan warga agar tidak main hakim sendiri apabila menangkap pelaku kejahatan dan menyerahkannya kepada aparat untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
