INDRAMAYUUPDATE – Boks gandengan sebuah truk tiba-tiba terlepas dan terguling di Jalur Pantura Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada Sabtu (17/10/2026) pagi tadi.
Menurut keterangan warga setempat, Didi (33) mengatakan, boks dari truk gandeng bernopol L 9571 UK itu terlepas usai kendaraan melintasi ruas jalan menikung, tepatnya setelah melewati Jembatan Betokan Jumbleng.
“Kejadian tadi pagi, kurang lebih jam 7, tiba-tiba gandengan belakangnya lepas terus terguling, untungnya tidak kena kendaraan lain,” ungkap Didi menceritakan kejadian kecelakaan tersebut.
Terkait kecelakaan ini turut dikonfirmasi oleh Kapolsek Losarang, AKP Suhendi saat dihubungi.
Menurutnya, kecelakaan bermula saat truk yang dikemudikan oleh Muntoyo (48), warga Mojokerto, Jawa Timur tengah melaju dari arah Jakarta menuju ke arah Cirebon.
Perjalanan yang semula lancar mendadak berubah saat kendaraan melintasi ruas jalan menikung setelah melewati Jembatan Betokan Jumbleng.
“Saat melintasi ruas jalan menikung setelah Jembatan Betokan Jumbleng, truk diduga kehilangan kendali dan bergerak ke arah kiri hingga rodanya keluar dari badan jalan beton,” ungkap Suhendi.
Kondisi roda yang terperosok keluar dari bahu jalan beton tersebut seketika mengganggu kestabilan kendaraan.
Beban berat dari muatan membuat sambungan gandengan bagian belakang tak sanggup menahan guncangan.
Tak berselang lama, pengunci sambungan itu terlepas. Bagian boks belakang langsung terlepas dan oleng, kemudian terguling menepi di pinggir jalan.
Pihak kepolisian yang saat itu mendapat laporan dari warga sekitar langsung bergegas menuju lokasi kejadian.
Di lokasi petugas melakukan pengaturan arus lalu lintas untuk mengurai kepadatan yang sempat terjadi di titik lokasi kecelakaan dan petugas lainnya mengevakuasi badan boks yang terguling.
Suhendi memastikan, pada Sabtu siang, situasi di lokasi kecelakaan telah kembali kondusif, badan boks yang terguling pun telah berhasil dievakuasi.
Ia juga memastikan tidak ada korban dalam insiden kecelakaan ini. Pengemudi truk, Muntoyo, dipastikan selamat dan tidak mengalami luka-luka.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa atau korban luka,” kata Suhendi.
Berkaca dari peristiwa tersebut, Kapolsek mengingatkan kembali seluruh pengguna jalan, terutama para sopir kendaraan berdimensi besar, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur Pantura.
Apalagi, beberapa titik jalur Pantura memiliki karakter jalan menikung yang membutuhkan kontrol ekstra.
“Kami imbau pengemudi khususnya kendaraan besar perlu memperhatikan kecepatan, kondisi kendaraan, serta kestabilan muatan yang dibawa untuk mengurangi risiko kecelakaan,” pungkas Suhendi.
