Bisnis  

Balongan Diusulkan Jadi Lokasi Cadangan Penyangga Energi Nasional, Pertamina Siap Dukung

INDRAMAYUUPDATE – Kawasan energi Pertamina di Balongan, Kabupaten Indramayu, diproyeksikan menjadi salah satu lokasi strategis untuk pengembangan Cadangan Penyangga Energi (CPE) nasional. Hal itu mengemuka dalam kunjungan kerja dan diskusi antara Dewan Energi Nasional (DEN), SKK Migas, dan Pertamina Grup di Kilang Balongan.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Strategic Command Centre Kilang Balongan pada Sabtu (27/6/2026) itu membahas implementasi Program Cadangan Penyangga Energi sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2024.

Direktur Operasi PT Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, mengatakan infrastruktur kilang dan terminal di Balongan siap mendukung program strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

“Infrastruktur kilang dan terminal di Balongan senantiasa siap mendukung penuh program-program strategis Pemerintah Pusat, khususnya dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah dinamika global,” kata Didik dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, sinergi antara sektor hulu dan hilir Pertamina menjadi modal penting untuk memastikan kesiapan infrastruktur energi nasional.

Sementara itu, perwakilan SKK Migas, Imam Purwanto, menegaskan pihaknya berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan aset negara melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kolaborasi aktif ini diharapkan mampu melahirkan solusi integratif yang efisien, sehingga fasilitas yang ada dapat memberikan nilai tambah maksimal bagi ketahanan energi nasional tanpa mengganggu keberlangsungan operasional produksi migas eksisting,” ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Mohamad Kholid Syaerazi, menjelaskan penyediaan Cadangan Penyangga Energi merupakan amanat Perpres Nomor 96 Tahun 2024 yang harus dipenuhi pemerintah hingga tahun 2035.

Ia menyebut CPE mencakup minyak bumi, bahan bakar minyak (BBM), dan LPG. DEN, lanjutnya, bertugas menetapkan jenis, jumlah, waktu, hingga lokasi penyimpanan cadangan energi tersebut.

“Sinergi antara hulu dan hilir Pertamina hari ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki kapabilitas domestik yang solid untuk merealisasikan kemandirian dan ketahanan energi dari hulu ke hilir,” kata Kholid.

Dalam skema tersebut, pengelolaan teknis CPE akan berada di bawah tanggung jawab Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan melibatkan BUMN, badan usaha, maupun bentuk usaha tetap di sektor energi. Pendanaannya berasal dari APBN serta sumber pembiayaan lain yang sah sesuai ketentuan.

Kilang Balongan sendiri merupakan salah satu kawasan energi strategis nasional yang mengintegrasikan kegiatan hulu dan hilir migas. Fasilitas ini berperan penting dalam memasok kebutuhan energi, terutama untuk wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan sekitarnya.

Hasil kunjungan kerja tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui asesmen akhir sebelum dibawa sebagai rekomendasi dalam Sidang Anggota maupun Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page