INDRAMAYUUPDATE – Jajaran Sat Lantas Polres Indramayu melakukan langkah deteksi dini guna mengantisipasi dampak bencana kekeringan di wilayahnya.
Langkah ini diwujudkan dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di empat desa yang mulai terdampak.
Empat desa itu meliputi Desa Tegalurung dan Desa Balongan Blok Pesisir di Kecamatan Balongan, serta Desa Pabean Ilir dan Desa Totoran di Kecamatan Pasekan.
“Air bersih tersebut kami distribusikan langsung kepada warga menggunakan armada mobil tangki air,” ujar Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat kepada Kompas.com, Minggu (21/6/2026).
Undang mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan ini dilakukan berdasarkan hasil pemetaan wilayah yang sebelumnya dilaporkan mulai mengalami kesulitan air bersih.
Di sisi lain, aksi sosial ini sekaligus menjadi upaya Sat Lantas Polres Indramayu dalam menyemarakkan momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
“Kegiatan ini sekaligus untuk menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80, kami ingin semakin mendekatkan diri dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata,” ungkapnya.
Langkah antisipatif yang pihak kepolisian ini diketahui sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG sendiri memprediksi musim kemarau tahun ini datang lebih awal dengan curah hujan yang lebih rendah dari kondisi normal.
Puncak kemarau sendiri diperkirakan akan berlangsung pada Juli hingga September 2026.
Undang pun berharap, inisiatif yang dilakukan pihaknya dapat membantu masyarakat dalam menghadapi dampak bencana kekeringan.
Tak hanya itu, pihak kepolisian juga memastikan, bahwa distribusi bantuan serupa akan terus dilakukan seiring dengan pemantauan riil di lapangan ke depannya.
“Selain menyalurkan air bersih, kami juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan serta menggunakan air secara bijak,” tegasnya.
Isyati, warga Desa Tegalurung, mengucapkan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan oleh aparat kepolisian.
Ia tidak memungkiri, bencana kekeringan mulai terasa di desanya. Hal tersebut turut ditandai dengan volume air sumur di rumahnya yang mulai berkurang.
Walau dampak kekeringan belum parah, namun bantuan air bersih tersebut, sangat membantu masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuannya, air bersih ini sangat bermanfaat untuk kami,” ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu, Agus Yani, menyatakan bahwa sejauh ini pihaknya belum menerima laporan darurat dari masyarakat terkait krisis air bersih.
Meski demikian, Agus tidak menampik bahwa ancaman kekeringan bisa saja mengintai wilayah Indramayu jelang puncak musim kemarau nanti.
“Tapi untuk saat ini belum ada laporan yang masuk ke kami,” kata Agus.
Sebagai langkah mitigasi bencana, Agus memaparkan bahwa BPBD telah bersiaga sejak jauh hari.
BPBD Indramayu telah menyiagakan sejumlah armada mobil tangki air dan menjalin kerja sama lintas sektoral dengan PDAM guna memastikan ketersediaan pasokan air bersih.
Skenarionya, begitu laporan krisis air dari masyarakat masuk ke BPBD, armada tangki akan langsung diturunkan ke titik lokasi.
“Armadanya dari kami, sedangkan airnya dari PDAM. Intinya persiapan penanggulangan bencana kami sudah siap,” terangnya.
Meski seluruh skema penanggulangan telah disiapkan, Agus tetap menaruh harapan besar agar bencana kekeringan parah tidak sampai terjadi di wilayah Indramayu pada tahun ini.
“Bencana bisa kapan terjadi, kita tidak ada yang tahu, makanya kami di BPBD terus standby bilamana ada laporan yang masuk. Tapi tetap kami berharapnya jangan sampai bencana itu terjadi,” pungkas Agus.






