Berita  

Angin Kumbang Mengintai Majalengka, Bupati Minta Warga Jauhi Pohon hingga Videotron

INDRAMAYUUPDATE – Bupati Majalengka Eman Suherman mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap angin kencang atau yang dikenal warga sebagai Angin Kumbang. Peringatan itu disampaikan menyusul insiden robohnya videotron di Bunderan Cigasong yang menewaskan seorang pengendara motor.

“Sudah kami buat surat edaran agar masyarakat hati-hati dan waspada. Angin besar ini bukan hanya berpotensi menyebabkan pohon tumbang, tetapi ternyata reklame juga bisa tumbang,” kata Eman di lokasi kejadian, Jumat (24/7/2026).

Menurut Eman, hasil mitigasi Pemerintah Kabupaten Majalengka menunjukkan puncak musim angin kencang diperkirakan berlangsung mulai Juli hingga September 2026. Ia mengaku merasakan sendiri perbedaan kondisi angin saat melintasi wilayah Sindangwangi menuju pusat Kota Majalengka.

“Saya baru datang dari Sindangwangi, di sana tidak ada angin sama sekali. Begitu masuk ke Kota Majalengka anginnya luar biasa. Memang Juli sampai September ini merupakan puncak musim angin besar,” ujarnya.

Eman meminta masyarakat mengurangi aktivitas di sekitar pohon besar, baliho, videotron, maupun bangunan yang berpotensi roboh saat angin bertiup kencang.

Selain mengimbau warga, Pemkab Majalengka juga bergerak melakukan langkah antisipasi. Eman mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menyisir jalan-jalan utama dan memangkas pohon tua maupun ranting yang dinilai membahayakan.

“Kita coba ditebangi, dibersihkan, dipotong ranting-ranting yang sekiranya membahayakan pohon-pohon di pinggir jalan, terutama yang ada di jalur provinsi juga kabupaten,” tegasnya.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Dyan Anggraeni, mengatakan fenomena Angin Kumbang merupakan kejadian yang lazim terjadi setiap musim kemarau di Majalengka.

Dalam sepekan terakhir, BMKG mencatat kecepatan angin maksimum mencapai 26 knot atau sekitar 48 kilometer per jam, lebih tinggi dibanding kondisi normal yang berkisar 11-19 kilometer per jam.

Bahkan saat puncak musim kemarau, kecepatan angin diperkirakan bisa mencapai 32 knot atau sekitar 60 kilometer per jam, bahkan lebih.

Menurut Dyan, kondisi geografis Majalengka menjadi penyebab utama munculnya angin kencang tersebut. Angin bergerak dari lereng Gunung Ciremai menuju dataran rendah di wilayah utara Majalengka dengan karakter panas, kering, dan berkecepatan tinggi.

Seperti diketahui, angin kencang diduga menjadi salah satu faktor dalam insiden robohnya videotron di Bunderan Cigasong, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 18.15 WIB. Peristiwa itu menewaskan Wina Apriyanti (18), warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Banjaran, yang tertimpa videotron saat melintas menggunakan sepeda motor.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version