Berita  

Gunung Margatapa Majalengka Terbakar, Langit Memerah dan Asap Tebal Membubung

Gunung Margatapa di Majalengka terbakar Jumat malam. Api masih dipadamkan petugas gabungan, terkendala medan curam dan minim air.

Screenshot

INDRAMAYUUPDATE – Gunung Margatapa di Kelurahan Cicurug, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, terbakar pada Jumat (11/9/2026) malam. Kobaran api terlihat dari kejauhan hingga membuat langit di sekitar lokasi tampak kemerahan.

Video kebakaran Gunung Margatapa juga beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut terlihat titik-titik api membakar kawasan gunung yang berjarak sekitar 2,6 kilometer dari Alun-alun Majalengka.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka Agus Tamim membenarkan peristiwa tersebut.

Agus mengatakan, hingga sekitar pukul 22.00 WIB, petugas gabungan masih melakukan upaya pemadaman di lokasi.

“Iya proses pemadaman masih berlangsung. Petugas yang terlibat ada dari BPBD, Satpol PP dan Damkar, TNI, Polri, serta masyarakat setempat,” kata Agus saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).

Agus menjelaskan, laporan mengenai kebakaran pertama kali diterima petugas sekitar pukul 18.18 WIB. Tim kemudian langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas menghadapi kondisi medan yang curam serta keterbatasan pasokan air untuk pemadaman.

“Kekurangan air untuk siram, terus medannya juga curam,” ujarnya.

Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kabupaten Majalengka Rezza Permana juga membenarkan kebakaran tersebut. Saat dikonfirmasi, Rezza mengaku masih berada di lokasi bersama petugas gabungan.

Menurut Rezza, kebakaran yang terjadi cukup besar sehingga menyulitkan proses pemadaman. Petugas harus berjibaku menghadapi kondisi medan dan asap di sekitar lokasi.

“Ini saya lagi istirahat dulu, oksigen juga menipis,” kata Rezza.

Hingga malam ini, belum diketahui secara pasti luas kawasan yang terdampak kebakaran. Penyebab kebakaran juga masih belum diketahui.

Petugas gabungan masih berupaya memadamkan api sekaligus melakukan pencegahan agar kobaran tidak meluas ke kawasan lainnya.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version