INDRAMAYUUPDATE – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Indramayu di depan Gedung DPRD Indramayu, Jawa Barat, Kamis (29/10/2026), sempat memanas. Massa terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian hingga sempat terjadi aksi saling lempar.
Demonstrasi yang dimulai sejak siang itu berlangsung hingga malam hari. Sebelum mendatangi gedung DPRD, mahasiswa dari berbagai kampus tersebut lebih dulu menggelar aksi di Pendopo Indramayu.
Dalam aksinya, mahasiswa menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Bupati Indramayu Lucky Hakim, Wakil Bupati Syaefudin, serta 50 anggota DPRD Indramayu.
Koordinator aksi, Rahmat Muzaki, mengatakan mahasiswa membawa 18 tuntutan untuk pemerintah kabupaten dan tujuh tuntutan untuk DPRD Indramayu.
“Kami membawa sebanyak 18 tuntutan untuk Bupati Indramayu dan 7 tuntutan untuk DPRD Indramayu. Tuntutan ini kami minta harus ditindaklanjuti dan segera,” kata Rahmat, Kamis malam.
Mahasiswa Soroti IPM hingga Pengangguran
Rahmat menjelaskan, tuntutan kepada pemerintah daerah mencakup sejumlah persoalan mendasar, mulai dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kemiskinan, pengangguran, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga reforma agraria.
Mahasiswa juga mendesak pemerintah daerah menegakkan peraturan daerah yang melarang minuman beralkohol. Mereka turut menyoroti keberadaan warung remang-remang yang dinilai semakin menjamur di wilayah Indramayu.
Sementara itu, kepada DPRD Indramayu, mahasiswa meminta para anggota dewan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap kebijakan dan kinerja pemerintah daerah.
Namun, mahasiswa mengaku kecewa karena Bupati Lucky Hakim tidak berada di lokasi untuk menemui mereka. Kekecewaan juga muncul lantaran hanya lima anggota DPRD yang bersedia menemui massa dari total 50 anggota dewan.
“Kami kecewa karena Bupati Indramayu tidak bisa menemui kami, Ketua DPRD Indramayu juga sama tidak menemui kami,” ujar Rahmat.
Sempat Tegang, Kapolres Turun Tangan
Ketegangan sempat terjadi di dua titik aksi, yakni Pendopo Indramayu dan Gedung DPRD Indramayu. Mahasiswa dan aparat kepolisian beberapa kali terlibat aksi saling dorong. Aksi saling lempar juga sempat mewarnai demonstrasi.
Kapolres Indramayu AKBP Prianggo PM yang berada di lokasi langsung turun tangan untuk meredakan situasi. Ia maju ke tengah massa untuk melerai mahasiswa dan anggota kepolisian yang terlibat aksi dorong-dorongan.
Setelah situasi mulai terkendali, Prianggo menawarkan dua opsi penyelesaian. Pertama, anggota DPRD yang masih berada di dalam gedung keluar untuk melakukan audiensi bersama mahasiswa di jalan. Kedua, perwakilan 20 mahasiswa masuk ke gedung DPRD untuk berdialog.
Prianggo juga berjanji akan menyampaikan seluruh tuntutan mahasiswa secara langsung kepada Bupati Lucky Hakim dan Ketua DPRD Indramayu.
“Saya berjanji akan menyampaikan semua tuntutan teman-teman secara empat mata kepada Bupati dan Ketua DPRD Indramayu,” kata Prianggo.
Polisi kemudian memfasilitasi lima anggota DPRD yang masih berada di kantor untuk menemui mahasiswa dan berdiskusi di tengah jalan.
DPRD Janji Evaluasi Kinerja
Salah satu anggota dewan yang menemui massa adalah Wakil Ketua DPRD Indramayu Amroni. Ia menyampaikan terima kasih atas aspirasi yang disuarakan mahasiswa.
Amroni menilai tuntutan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi DPRD untuk memperbaiki kinerja dan meningkatkan pelaksanaan fungsi legislatif.
“Terkait tuntutan yang ditujukan bagi kami, kami berkomitmen secepat mungkin untuk merealisasikan hal tersebut,” ujar Amroni.
Ia menegaskan DPRD selama ini tetap menjalankan fungsi dan perannya, termasuk mendorong keberlangsungan program BPJS Kesehatan yang dibiayai pemerintah.
Menurut Amroni, di tengah kondisi keuangan daerah yang tidak stabil, DPRD terus mendorong agar sektor kesehatan tetap menjadi prioritas.
Ia menyebut kesepakatan mengenai keberlangsungan program tersebut telah ditandatangani oleh Bupati Indramayu dan Ketua DPRD.
“Dan hasilnya sudah ditandatangani kesepakatan antara Bupati Indramayu dan Ketua DPRD terkait keberlangsungan program tersebut. Itu salah satu bagian dari kinerja yang kami lakukan,” katanya.
Meski demikian, Amroni mengatakan seluruh tuntutan mahasiswa akan disampaikan kepada pimpinan DPRD lainnya untuk menjadi bahan evaluasi.
Di sisi lain, Kapolres Indramayu memastikan pengamanan aksi secara keseluruhan berjalan baik meski sempat diwarnai ketegangan.
“Terkait situasi tadi, itu dinamika, kita fokus untuk melakukan pengamanan. Adapun secara keseluruhan jalannya aksi unjuk rasa berjalan dengan baik, hanya ada sedikit dinamika,” ujar Prianggo.
Massa mahasiswa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 19.00 WIB.