Petani Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Depan TPU Buyut Rendani Indramayu, Ada Luka Tusuk di Leher

Petani berinisial Sanudin (44) ditemukan tewas bersimbah darah di depan TPU Buyut Rendani, Juntinyuat, Indramayu. Polisi menyelidiki kasus ini.

INDRAMAYUUPDATE – Seorang petani bernama Sanudin (44) ditemukan tewas bersimbah darah di depan gerbang Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buyut Rendani, Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (14/10/2026) pagi.

Saat ditemukan, korban tergeletak di pinggir jalan dengan sejumlah luka pada tubuhnya. Salah satu luka yang terlihat berada di bagian leher kanan, berupa luka robek yang diduga akibat benda tajam.

Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh seorang pedagang bernama Darinih (55), sekitar pukul 05.15 WIB. Saat melintas di depan TPU Buyut Rendani, ia melihat seorang pria tergeletak di pinggir jalan.

Merasa curiga, Darinih kemudian mendekati korban untuk memastikan kondisinya. Namun, pria tersebut ternyata sudah tidak bernyawa.

“Saya langsung lapor ke Desa karena kaget,” kata Darinih di lokasi kejadian.

Laporan dari pemerintah desa kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian. Petugas Polsek Juntinyuat bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Indramayu segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Polisi memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memeriksa kondisi jenazah sebelum dievakuasi ke rumah sakit.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengatakan jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Losarang untuk menjalani autopsi.

“Setelah mendapat laporan kami langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban langsung kami evakuasi ke RS Bhayangkara Losarang untuk dilakukan autopsi,” kata Tarno.

Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti

Tarno membenarkan bahwa korban merupakan seorang petani yang tercatat sebagai warga Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat.

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menemukan luka robek pada leher kanan korban yang diduga kuat akibat benda tajam. Selain itu, terdapat luka lecet pada siku kanan dan betis kanan, serta bercak darah di sekitar lokasi penemuan jenazah.

Meski demikian, polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Penyelidikan terus dilakukan dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti yang ditemukan di sekitar TKP.

Adapun barang bukti yang diamankan meliputi dua batang bambu dengan panjang masing-masing sekitar satu meter, sebuah batu nisan dengan bercak menyerupai darah, dua pasang sandal, sebuah topi denim berwarna biru, dan satu buah korek api.

Polisi juga menemukan dua botol bekas minuman keras jenis ciu serta satu botol kecil bekas minuman bir hitam di sekitar lokasi kejadian.

“Seluruh barang bukti tersebut kini sudah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Tarno.

Hingga kini, polisi masih mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan Sanudin meninggal dunia. Kepolisian juga menyatakan komitmennya untuk mengungkap kasus penemuan mayat tersebut.

Penyebab pasti kematian korban, termasuk ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa ini, masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *