INDRAMAYUUPDATE – Kepulan asap putih muncul dari salah satu sumur migas milik PT Pertamina EP (PEP) Jatibarang Field di Desa Pagedangan, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (30/9/2026) siang. Peristiwa itu sempat membuat warga panik dan videonya beredar di media sosial.
Kepulan tersebut diketahui berasal dari sumur BDA-004 yang saat kejadian tengah menjalani pekerjaan perawatan. Warga yang mengetahui adanya kepulan dari area sumur migas tersebut khawatir terjadi kebocoran gas atau kondisi berbahaya lainnya.
Salah satu warga yang ikut khawatir yakni Erna Nurjayanti (30). Meski tinggal di Desa Sukaperna yang merupakan desa tetangga, rumah Erna berada tidak jauh dari lokasi sumur.
Saat kejadian berlangsung, Erna masih berada di kantor. Mengetahui adanya peristiwa tersebut, dia langsung menghubungi anggota keluarganya untuk memastikan kondisi mereka di rumah.
“Itu dekat rumah saya, tapi alhamdulillah petugas saat itu langsung turun ke lokasi melakukan perbaikan,” kata Erna saat dihubungi.
PT Pertamina EP Jatibarang Field membenarkan adanya kejadian tersebut. Manager Communication Relations & CID PT Pertamina EP, Pinto Budi Bowo Laksono, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.
Menurut Pinto, kondisi tersebut terjadi akibat adanya kenaikan tekanan dari dalam sumur BDA-004 ketika pekerjaan perawatan sumur sedang berlangsung.
“Kejadian tersebut terjadi karena adanya kenaikan tekanan dari dalam sumur di sumur BDA-004 saat pekerjaan perawatan sumur sedang berlangsung,” ujar Pinto.
Pinto menegaskan kegiatan di sumur tersebut merupakan pekerjaan perawatan terhadap sumur yang sudah ada, bukan pengeboran sumur baru.
Begitu kondisi tersebut terdeteksi, petugas yang berada di lokasi langsung melakukan langkah pengendalian sumur sesuai prosedur operasi dan standar keselamatan yang berlaku.
“Hingga saat ini, penanganan masih terus berlangsung. Sebagai langkah pencegahan, tim juga telah mengisolasi area sekitar wellpad dan berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait,” jelasnya.
Hingga sore hari, tim Pertamina masih melakukan pemantauan terhadap kondisi sumur dan area di sekitarnya. Koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.
Pinto memastikan Pertamina akan berupaya maksimal untuk mengendalikan kondisi di sumur BDA-004 tersebut.
“Keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan merupakan prioritas utama kami,” pungkasnya.






