Rumah dan Tokonya Ludes Terbakar, Jaelani Terharu Saat Bupati Indramayu Lucky Hakim Datang Bawa Bantuan untuk Bangun Lagi Rumah

Bupati Indramayu Lucky Hakim mengunjungi Jaelani, warga Lobener Lor yang rumah dan toko sembakonya ludes terbakar. Pemkab salurkan bantuan.

Screenshot

INDRAMAYUUPDATE – Bupati Indramayu Lucky Hakim mendatangi rumah Jaelani, warga Blok Kebon Kopi, Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang ludes terbakar.

Kedatangan Lucky pada Jumat (25/9/2026) untuk melihat langsung kondisi rumah Jaelani sekaligus memastikan proses pemulihan warga terdampak kebakaran berjalan.

Pantauan di lokasi, rumah Jaelani kini hanya menyisakan puing-puing bangunan. Bagian atap sudah tidak ada, sementara sejumlah dinding terlihat menghitam akibat dilalap api.

Barang-barang milik Jaelani juga nyaris tidak tersisa. Tiga sepeda motor yang sebelumnya berada di dalam rumah ikut terbakar.

Kondisi serupa terlihat di toko sembako milik Jaelani yang menyatu dengan rumah. Tidak ada lagi barang dagangan yang tersisa. Rak-rak besi masih berdiri, sedangkan sejumlah tabung LPG 3 kilogram tampak berada di sudut toko dalam kondisi gosong.

Kebakaran tersebut terjadi pada Rabu (23/9/2026) malam. Berdasarkan hasil penyelidikan, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.

Saat kejadian, Jaelani sedang berada di dalam rumah dan tengah mandi. Begitu selesai mandi, ia mendapati api sudah mengepung bagian dalam rumah.

Jaelani kemudian bergegas menyelamatkan diri dan meminta pertolongan.

Musibah itu membuat Jaelani kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber penghasilannya. Toko sembako yang ikut terbakar selama ini menjadi salah satu tumpuan hidupnya.

Jaelani yang telah bercerai dan tidak memiliki anak mengaku seluruh harta simpanannya ikut habis dalam kebakaran tersebut.

Lucky Hakim yang melihat langsung kondisi rumah Jaelani kemudian meminta jajaran Pemkab Indramayu mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Pemkab Indramayu juga menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indramayu untuk memberikan bantuan stimulan rehabilitasi rumah.

“Kami datang untuk melihat langsung kondisi Pak Jaelani dan memastikan warga yang terkena musibah mendapat perhatian,” kata Lucky di lokasi, Jumat (25/9/2026).

Lucky mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu Jaelani memperbaiki rumahnya sehingga kembali bisa ditempati.

“Saya ikut prihatin atas kejadian ini, mudah-mudahan bantuan yang kami berikan (stimulan rehabilitasi rumah) bisa meringankan beban dan membantu memperbaiki rumah agar kembali layak ditempati,” ujarnya.

Jaelani tampak terharu ketika menerima perhatian dan bantuan tersebut. Ia mengaku tidak menyangka pemerintah daerah datang langsung melihat kondisi rumahnya.

“Terima kasih atas kunjungannya Pak Bupati, terima kasih juga atas bantuannya. Ini sangat membantu buat saya. Semua harta simpanan saya sekarang sudah habis semua, tapi nggak apa-apa mungkin ini musibah saya,” kata Jaelani.

Camat Jatibarang Mardono mengatakan pemerintah kecamatan akan terus memantau proses pemulihan rumah Jaelani.

Ia juga telah meminta pemerintah desa ikut membantu kebutuhan Jaelani selama proses perbaikan rumah berlangsung.

“Kami akan terus mendampingi dan berkoordinasi dalam proses pemulihan. Semoga bantuan dari Baznas dan perhatian Pemkab Indramayu dapat membantu Pak Jaelani untuk segera memperbaiki rumahnya,” kata Mardono.

Selain mendatangi rumah Jaelani, Lucky Hakim juga kembali mengunjungi warga terdampak kebakaran di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur.

Kebakaran yang terjadi pada Jumat (11/9/2026) tersebut menghanguskan 11 rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Api diketahui pertama kali muncul dari rumah warga bernama Kadini. Kebakaran diduga terjadi akibat korsleting listrik setelah aliran listrik yang sebelumnya padam kembali menyala.

Api kemudian dengan cepat merambat dan membakar 10 rumah nelayan lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, Lucky memantau proses perbaikan rumah warga sekaligus menyerahkan sejumlah dokumen kependudukan dan dokumen penting milik warga yang sebelumnya terbakar atau hilang.

Dokumen yang diserahkan antara lain KTP dan ijazah yang telah selesai diurus oleh pemerintah.

“Musibah boleh datang, tetapi kepedulian dan perhatian tidak boleh berhenti. Dokumen yang saya serahkan tersebut sebelumnya adalah salah satu janji saya saat sebelumnya berkunjung ke sana. Semoga ini dapat membantu dan menjadi langkah awal bagi warga kembali menata kehidupan mereka,” ujar Lucky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page